Subscribe Us

Kamis, 05 Februari 2026

Sambut Ramadan, Jamaah Majelis Ta’lim Roudhotul Jannah Silaturahmi ke PP Matholi’ul Anwar Lamongan

LAMONGAN – Pondok Pesantren (PP) Matholi’ul Anwar, Lamongan, makin hari makin moncer saja. Terbukti  salah satu Ponpes terbesar di Lamongan ini selalu menjadi jujugan. Jelang datangnya bulan suci Ramadan, jamaah Majelis Ta’lim Roudhotul Jannah dari Desa Trosobo, Kecamatan Taman, Kabupaten Sidoarjo, melakukan kunjungan silaturahmi ke Ponpes tersebut, Minggu (1/2/2026).

Rombongan yang berjumlah sekitar 120 jamaah tersebut tiba menggunakan dua unit bus. Kunjungan ini bertujuan mempererat tali silaturahmi sekaligus memohon doa restu dari pengasuh pesantren sebagai ikhtiar spiritual dalam menyongsong bulan penuh rahmat dan ampunan.

Majelis Ta’lim Roudhotul Jannah dikenal sebagai wadah dakwah dan pendidikan Islam yang menitikberatkan pada pembinaan akidah serta pembentukan akhlak mulia. Melalui silaturahmi lintas daerah ini, diharapkan terjalin ukhuwah Islamiyah yang semakin kuat antarjamaah.

Pengasuh PP Matholi’ul Anwar Lamongan, KH Ahmad Taufiq, menyambut hangat kehadiran para jamaah. Ia menuturkan bahwa pertemuan tersebut berlangsung sederhana namun sarat makna. Silaturahmi ini, kata dia, berawal dari komunikasi singkat melalui media sosial tanpa perencanaan panjang.

“Silaturahmi ini terjadi secara alami. Jamaah menghubungi pengurus pesantren melalui media sosial, lalu berkunjung dengan niat tulus untuk bersilaturahmi dan berdoa bersama,” ungkap KH Ahmad Taufiq.

Rangkaian kegiatan diawali dengan salat Dzuhur berjamaah di Mushola Asrama Putra PP Matholi’ul Anwar, kemudian dilanjutkan dengan ramah tamah dan doa bersama yang dipimpin langsung oleh pengasuh pesantren.

KH Ahmad Taufiq juga menekankan pentingnya menjaga silaturahmi dalam kehidupan umat Islam. Menurutnya, selain mempererat persaudaraan, kegiatan tersebut juga menjadi sarana penyegaran batin dan refleksi spiritual. “Kegiatan silaturahmi dan rekreasi sangat penting agar umat Islam dapat mentadabburi ciptaan Allah SWT serta memperkuat keimanan,” tuturnya.

Kunjungan ini mencerminkan semangat umat Islam dalam mempersiapkan diri menyambut Ramadan secara lahir dan batin. "Melalui penguatan spiritual, doa bersama, serta jalinan persaudaraan yang hangat dan penuh keikhlasan", pungkas Kiai Taufiq. 

Kamis, 29 Januari 2026

Pola Baru Transmigrasi, Pemkab Lamongan Utamakan Potensi Caltrans

LAMONGAN - Memasuki babak baru pada pola transmigrasi di tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Lamongan melalui Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Lamongan mengutamakan potensi keterampilan calon transmigrans (Caltrans).
Hal tersebut dituturkan oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Lamongan Zamroni, Rabu (28/1/2026) di Kantor Dinas Tenaga Kerja sore ini.

Untuk mengasah potensi keterampilan Caltrans, tentunya diwajibkan mengikuti pelatihan di Balai Besar Pelatihan Transmigrasi yang diselenggarakan Kementerian Transmigrasi.

Zamroni menerangkan, pada pola baru transmigrasi saat ini tidak lagi berbasis mobilisasi massal. Transmigrasi diarahkan menjadi instrumen pembangunan wilayah berbasis kebutuhan daerah tujuan. Yangmana juga menjadi bagian dari strategi pembangunan daerah berbasis potensi lokal.

Berdasarkan UU Nomor 29 Tahun 2009, penempatan transmigran hanya dapat dilakukan atas permintaan pemerintah daerah penerima. Artinya, transmigrasi kini sepenuhnya berbasis kebutuhan tenaga kerja dan rencana pengembangan wilayah setempat.

"Hingga saat ini, Pemerintah Kabupaten Lamongan masih melaksanakan program transmigrasi. Pada pola baru, transmigrasi itu bukan sekedar memindahkan. Tetapi juga orang yang dipindahkan, mempunyai keterampilan dan usia produktif," tutur Zamroni.

Pada tahun 2026, di Kota Soto masih ada antrian sebanyak 35 Caltrans. Seluruhnya akan menuju wilayah Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, dan Maluku Tengah.

Mayoritas Caltrans dari Kabupaten Lamongan memiliki potensi di bidang perkebunan, servis kendaraan, dan membuat kue.

"Untuk tahun 2026 belum bisa ditentukan kuota yang akan berangkat, karena untuk kuota langsung ditentukan oleh pemerintah pusat," terang Zamroni.

Zamroni menambahkan bahwa transmigran yang bisa berangkat akan mendapatkan fasilitas dasar, bantuan hidup, sarana produksi, hingga layanan sosial dari Pemerintah Kabupaten Lamongan.

Sedangkan untuk masyarakat Lamongan yang ingin mendaftar sebagai Caltrans, bisa langsung mendaftarkan diri ke Kantor Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Lamongan.

BAZNAS Lamongan Panen Perdana Melon Program Greenhous

LAMONGAN - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Lamongan menggelar Panen Perdana Petik Melon, di Desa Sendangharjo, Kecamatan Brondong, Rabu (28/1/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari program pemberdayaan ekonomi mustahik berbasis pertanian produktif melalui pengelolaan greenhouse.

Program greenhouse tersebut sebelumnya telah diluncurkan pada 24 Desember 2025 dan menjadi upaya nyata BAZNAS Lamongan dalam mendorong kemandirian ekonomi mustahik. Melalui pertanian modern, dana zakat dan infak dikelola secara produktif sehingga mampu memberikan manfaat berkelanjutan bagi para penerima.

Panen perdana dilaksanakan di greenhouse yang dikelola bersama oleh BAZNAS dan para mustahik binaan. Para tamu undangan berkesempatan melihat langsung proses budidaya melon, mulai dari perawatan tanaman hingga panen hasil pertanian.

Ketua BAZNAS Kabupaten Lamongan Bambang Eko Muljono menyampaikan, program ini dirancang dengan pendampingan berkelanjutan agar mustahik mampu meningkatkan keterampilan, produktivitas, dan pendapatan secara mandiri. "Dengan pendekatan pertanian modern, mustahik diharapkan bertransformasi menjadi pelaku usaha produktif yang berdaya saing," katanya.

Bambang Eko juga mengapresiasi pentasharufan dana infak melalui skema greenhouse yang disebut sebagai satu-satunya di Jawa Timur.


Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Lamongan, Dr. Moh. Nalikan. Turut hadir Wakil Ketua II BAZNAS Provinsi Jawa Timur Dr. Ahsanul Haq, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Dr. Mugito, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Shofi, unsur Kesra, Forkopimcam, KUA, MUI, DMI, serta para kepala desa dan lurah se-Kecamatan Brondong.

Sekda Lamongan Dr. Nalikan mengapresiasi inovasi BAZNAS Kabupaten Lamongan dalam mengembangkan program pemberdayaan ekonomi berbasis pertanian. "Program ini mampu mendukung penguatan ekonomi masyarakat", pungkasnya.

Sementara, selain panen melon, BAZNAS Lamongan juga menyerahkan secara simbolis dua unit rombong usaha dari total sepuluh unit bantuan yang bersumber dari BAZNAS Provinsi Jawa Timur. Bantuan tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai sarana usaha produktif guna menunjang penghasilan penerima manfaat.

Senin, 26 Januari 2026

Akhirnya, Polisi Berhasil Ungkap Identifikasi Jenazah yang Mengapung di Sungai Bengawan Solo

LAMONGAN – Setelah melalui proses cepat, Polres Lamongan akhirnya bisa mengungkap siapa identitas Mr X, yang ditemukan tewas mengapung di Bengawan Solo, tepanya di Desa Kuluran, Kecamatan Kalitengah, Kabupaten Lamongan. Lelaki tersebut ternyata NA, warga desa Pangkatrejo Kecamatan / Kabupaten Lamongan. 
Kasihumas Polres Lamongan Ipda M Hamzaid,S.Pd mengungkapkan, terungkapnya identitas Mr X itu berdasarkan bukti dan keterangan para saksi. Termasuk hasil pengenalan keluarga dan dikuatkan melalui properti celana yang melekat pada jenazah. 

Dari proses identifikasi, katanya, Unit Identifikasi Satreskrim Polres Lamongan memastikan identitas mayat laki-laki tersebut.  "Mayat yang sebelumnya berstatus Mr. X tersebut teridentifikasi sebagai NA warga desa Pangkatrejo Kecamatan / Kabupaten Lamongan," katanya, Selasa (27/1/2026).

Sebelumnya, jelas Ipda Hamzaid, terjadi penemuan mayat di Bengawan Solo. "Peristiwa tersebut bermula pada Senin, (26/01) sekitar pukul 16.00 WIB saat seorang warga berinisial H, warga Desa Kuluran, saat itu sedang mencari rumput untuk pakan ternak di sekitar bantaran Sungai Bengawan Solo." jelasnya.

Ketika berada di tepi sungai, katanya, saksi melihat ke arah aliran Bengawan Solo dan mendapati sesosok mayat mengapung dalam posisi telungkup. Mengetahui kejadian tersebut, saksi segera melaporkannya kepada Kepala Desa Kuluran, yang kemudian diteruskan ke Polsek Kalitengah.

Berdasarkan informasi tersebut, Kapolsek Kalitengah bersama anggota dan tim medis Puskesmas Kalitengah langsung meluncur ke TKP. Setibanya di lokasi, petugas memastikan adanya sesosok mayat laki-laki yang terapung di Sungai Bengawan Solo.

Selanjutnya petugas Polsek Kalitengah melakukan proses evakuasi terhadap jenazah, mencatat dan meminta keterangan saksi di lokasi penemuan serta berkoordinasi dengan Polsek Karanggeneng. "Koordinasi dilakukan terkait penemuan satu unit sepeda motor yang sebelumnya ditemukan di atas Jembatan Bengawan Solo wilayah Karanggeneng." lanjutnya.

Selanjutnya, korban dievakuasi ke RSUD Dr. Soegiri Lamongan menggunakan ambulans Puskesmas Kalitengah. "Yang akhirnya terungkap identitas korban," katayanya

Diketahui, kejadian penemuan mayat ini memiliki keterkaitan dengan peristiwa penemuan satu unit sepeda motor di atas Jembatan Bengawan Solo wilayah Karanggeneng pada Minggu (25/1) dini hari.
"Setelah seluruh proses identifikasi selesai, korban akhirnya diserahkan kepada pihak keluarga untuk selanjutnya dimakamkan." tutupnya.

Jumat, 23 Januari 2026

Yayasan Berkas Bersinar Lamongan Rehabilitasi 390 Pasien, Tiga Anggota Polri

LAMONGAN – Gangguan psikologis dapat dialami siapa saja tanpa memandang latar belakang profesi. Karena itu, Kapolres Lamongan AKBP Arif Fazlurrahman mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap kesehatan mental. Imbauan ini disampaikan, saat AKBP Arif mengunjungi Yayasan Berkas Bersinar, sebuah pondok rehabilitasi yang dikelola Purnomo atau yang dikenal dengan julukan Polisi Baik, di Kabupaten Lamongan, Jumat (23/1/2026).

Dalam kesempatan itu, Kapolres Arif mengungkapkan, dari total 390 pasien yang tengah menjalani perawatan. Dari jumlah tersebuter, terdapat tiga orang anggota Polri yang ikut direhabilitasi. Dua di antaranya berasal dari Polres Lamongan, sementara satu lainnya merupakan anggota Satuan Brimob.

“Fakta ini menunjukkan bahwa masalah mental dan psikologis bisa dialami siapa pun. Setiap individu memiliki beban hidup masing-masing, dan ketika tidak tersalurkan dengan baik, tekanan tersebut dapat berkembang menjadi gangguan kejiwaan,” jelas AKBP Arif.

Ia menuturkan, tuntutan tugas dan persoalan pribadi yang kerap dipendam anggota Polri berpotensi menimbulkan stres hingga depresi. Oleh sebab itu, rehabilitasi menjadi langkah penting dalam upaya pemulihan dan penanganan kesehatan mental.

Kapolres juga menyampaikan rasa syukurnya atas perkembangan positif yang ditunjukkan ketiga anggota Polri tersebut. Menurutnya, kondisi mereka kini semakin membaik dan mampu berkomunikasi dengan baik. “Insyaallah ke depan mereka bisa kembali berdinas dan melayani masyarakat,” ujarnya.

AKBP Arif bersama jajaran pejabat utama Polres Lamongan turut memberikan apresiasi kepada Purnomo dan seluruh tim Yayasan Berkas Bersinar. Ia menilai pendekatan rehabilitasi yang diterapkan sangat humanis, mulai dari pemenuhan kebutuhan gizi, kegiatan produktif, hingga penguatan spiritual melalui ibadah.

“Kami mendoakan agar Pak Purnomo dan seluruh tim selalu diberi kelancaran dan keikhlasan dalam menjalankan misi kemanusiaan ini. Manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” katanya.

Kapolres berharap, keteladanan yang ditunjukkan Purnomo dapat menjadi inspirasi bagi jajaran Polres Lamongan untuk terus meningkatkan kepercayaan publik. “Semoga Polres Lamongan mampu menjadi institusi yang baik, dipercaya, dan selalu hadir membantu masyarakat,” pungkasnya.

Ke depan, Polres Lamongan berencana mempererat kerja sama dengan Yayasan Berkas Bersinar melalui berbagai kegiatan sosial dan kemanusiaan, termasuk program bersama pada bulan Ramadan.