LAMONGAN - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Lamongan menggelar Panen Perdana Petik Melon, di Desa Sendangharjo, Kecamatan Brondong, Rabu (28/1/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari program pemberdayaan ekonomi mustahik berbasis pertanian produktif melalui pengelolaan greenhouse.
Program greenhouse tersebut sebelumnya telah diluncurkan pada 24 Desember 2025 dan menjadi upaya nyata BAZNAS Lamongan dalam mendorong kemandirian ekonomi mustahik. Melalui pertanian modern, dana zakat dan infak dikelola secara produktif sehingga mampu memberikan manfaat berkelanjutan bagi para penerima.
Panen perdana dilaksanakan di greenhouse yang dikelola bersama oleh BAZNAS dan para mustahik binaan. Para tamu undangan berkesempatan melihat langsung proses budidaya melon, mulai dari perawatan tanaman hingga panen hasil pertanian.
Ketua BAZNAS Kabupaten Lamongan Bambang Eko Muljono menyampaikan, program ini dirancang dengan pendampingan berkelanjutan agar mustahik mampu meningkatkan keterampilan, produktivitas, dan pendapatan secara mandiri. "Dengan pendekatan pertanian modern, mustahik diharapkan bertransformasi menjadi pelaku usaha produktif yang berdaya saing," katanya.
Bambang Eko juga mengapresiasi pentasharufan dana infak melalui skema greenhouse yang disebut sebagai satu-satunya di Jawa Timur.
Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Lamongan, Dr. Moh. Nalikan. Turut hadir Wakil Ketua II BAZNAS Provinsi Jawa Timur Dr. Ahsanul Haq, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Dr. Mugito, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Shofi, unsur Kesra, Forkopimcam, KUA, MUI, DMI, serta para kepala desa dan lurah se-Kecamatan Brondong.
Sekda Lamongan Dr. Nalikan mengapresiasi inovasi BAZNAS Kabupaten Lamongan dalam mengembangkan program pemberdayaan ekonomi berbasis pertanian. "Program ini mampu mendukung penguatan ekonomi masyarakat", pungkasnya.
Sementara, selain panen melon, BAZNAS Lamongan juga menyerahkan secara simbolis dua unit rombong usaha dari total sepuluh unit bantuan yang bersumber dari BAZNAS Provinsi Jawa Timur. Bantuan tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai sarana usaha produktif guna menunjang penghasilan penerima manfaat.





