Subscribe Us

Kamis, 18 Desember 2025

Nyelonong ke Pekarangan, Pengendara Tewas

LAMONGAN - Kecelakaan tunggal terjadi di Lamongan. Saat melintas jalan raya
Jurusan Sukodadi–Plembon, Kec. Sukodadi, Lamongan, korban berinisial DS nyelonong ke pekarangan warga. Akibatnya, korban yang ternyata warga Kecamatan Sukodadi ini mengalami kecelakaan serius hingga meninggal di tempat kejadian perkara (TKP), Kamis (18/12/2025), dini hari.

Kasihumas Polres Lamongan IPDA M. Hamzaid, membenarkan adanya peristiwa kecelakaan lalu lintas tersebut. "Berdasarkan keterangan saksi di lokasi kejadian, korban diketahui melaju dari arah utara menuju selatan," katanya, Kamis (18/12/2025).

Sesampainya di jalan yang menikung ke kanan, lanjutnya, kendaraan yang dikendarai korban tetap melaju lurus, hingga masuk ke pekarangan warga. Akibatnya, korban mengalami luka fatal dan dinyatakan meninggal dunia di TKP, serta menyebabkan kerusakan pada kendaraan.

Setelah mendengar adabya kejadian ini, lanjutnya, personel Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Lamongan bergerak cepat. Pada dini hari itu juga, petugas dari Polsek Sukodadi melakukan evakuasi korban kecelakaan lalu lintas itu.

Kasihumas Polres Lamongan mengimbau kepada seluruh pengguna jalan, agar selalu berhati-hati saat berkendara. "Agar mematuhi aturan lalu lintas, serta menyesuaikan kecepatan kendaraan dengan kondisi jalan, terutama di jalur menikung dan rawan kecelakaan," katanya.

Selain itu, katanya, pengendara juga diminta untuk memastikan kondisi fisik dalam keadaan prima serta kelengkapan kendaraan sebelum melakukan perjalanan, guna meminimalisir terjadinya kecelakaan lalu lintas. "Saat ini, peristiwa kecelakaan tersebut telah ditangani oleh Unit Gakkum Satlantas Polres Lamongan untuk proses penyelidikan lebih lanjut," pungkasnya.

Perkuat Keamanan Pesisir, Polres Lamongan Gelar Apel Kamtibmas Nelayan

LAMONGAN – Upaya menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat di kawasan pesisir terus diperkuat Polres Lamongan. Salah satunya melalui pelaksanaan Apel Nelayan Kamtibmas yang digelar di Pelabuhan Rakyat Desa Sedayulawas, Kecamatan Brondong, Kamis (18/12/2025).

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 08.00 WIB tersebut diikuti kurang lebih 200 nelayan Pantura Lamongan yang tergabung dalam Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) dan Serikat Nelayan Indonesia (SNI). Apel berlangsung tertib, aman, dan penuh semangat kebersamaan antara aparat kepolisian dan masyarakat pesisir.

Apel Nelayan Kamtibmas dipimpin langsung Kapolres Lamongan AKBP Agus Dwi Suryanto, S.I.K., M.H., didampingi jajaran Pejabat Utama Polres Lamongan. Turut hadir KSOP Tanjung Pakis III Capt. Subuh Fakturohman, S.E., M.H., M.M., Mar, unsur Forkopimcam Brondong, Ketua HNSI Kabupaten Lamongan H. Sukri Sulatim, serta perwakilan nelayan gabungan HNSI dan SNI.

Dalam amanatnya, Kapolres Lamongan mengajak seluruh peserta untuk bersyukur atas terselenggaranya Apel Kamtibmas Nelayan yang berjalan lancar dan kondusif. Ia menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk komitmen Polri dalam membangun sinergi dengan masyarakat pesisir, khususnya para nelayan, guna menciptakan situasi keamanan yang aman dan terkendali di wilayah Lamongan.

Kapolres menyampaikan, nelayan memiliki posisi strategis karena aktivitasnya yang setiap hari berada di laut dan perairan. Hal tersebut menjadikan nelayan sebagai mitra penting Polri dalam mendeteksi dini potensi gangguan kamtibmas, mulai dari tindak pidana perairan, penggunaan alat tangkap ilegal, penyelundupan, hingga potensi konflik antar nelayan.

“Saya mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada seluruh nelayan Kabupaten Lamongan atas peran aktif dan kerja sama yang telah terjalin dengan Polri dalam menjaga keamanan wilayah pesisir,” ungkap Kapolres.

Kapolres juga mengingatkan bahwa kehidupan di wilayah pesisir memiliki tantangan tersendiri, seperti cuaca ekstrem, persaingan wilayah tangkap, serta perkembangan teknologi. Untuk itu, para nelayan diimbau agar selalu mengutamakan keselamatan saat melaut, menjaga kerukunan, menggunakan alat tangkap sesuai aturan dan ramah lingkungan, serta tidak ragu melaporkan setiap potensi gangguan kamtibmas kepada pihak berwenang.

Ia juga menekankan agar masyarakat nelayan tidak mudah terpengaruh informasi yang belum jelas kebenarannya, baik yang beredar di lapangan maupun di media sosial. Polres Lamongan, lanjutnya, akan terus hadir memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan melalui komunikasi dan kerja sama yang berkelanjutan.

“Apel Kamtibmas Nelayan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen bersama dalam mewujudkan wilayah pesisir Lamongan yang aman, tertib, dan sejahtera,” tegasnya.

Usai apel, Kapolres Lamongan menyerahkan bantuan sarana kontak berupa sembako dan tali asih kepada perwakilan nelayan sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat pesisir. Kegiatan kemudian ditutup dengan Deklarasi Nelayan Jogo Lamongan sebagai simbol komitmen bersama dalam menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah pesisir Kabupaten Lamongan.

Rabu, 17 Desember 2025

Kenakan BKL, Diaz Nawaksara Raih Sabet Anugerah Kebudayaan Indonesia 2025

LAMONGAN – Kharisma Busana Khas Lamongan (BKL) mencuri perhatian dalam ajang Anugerah Kebudayaan Indonesia (AKI) 2025, yang digelar di Ciputra Artpreneur, Jakarta, Selasa (16/12/2025). Busana tradisional tersebut dikenakan oleh Diaz Nawaksara, putra daerah Lamongan, saat menerima penghargaan nasional di bidang kebudayaan.

Dalam kesempatan tersebut, Diaz Nawaksara hadir sebagai delegasi Kabupaten Lamongan dan dianugerahi Anugerah Kebudayaan Indonesia 2025 pada kategori Pelopor dan Pembaharu. Penghargaan itu diberikan atas dedikasinya dalam membaca, menulis, serta mendigitalisasi berbagai aksara kuno Nusantara sebagai bagian dari upaya pemajuan kebudayaan.

Penampilan Busana Khas Lamongan tidak hanya menjadi identitas daerah, namun sekaligus sarana memperkenalkan kekayaan budaya Lamongan kepada masyarakat luas dalam forum kebudayaan berskala nasional. Pemerintah Kabupaten Lamongan melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata turut memberikan dukungan langsung.

Kepala Bidang Kebudayaan Disbudpar Lamongan, Purnomo, hadir sebagai perwakilan pengusul sekaligus bentuk apresiasi atas capaian pelaku budaya asal Lamongan tersebut. “Kami sangat bangga dan mengapresiasi ditampilkannya Busana Khas Lamongan pada ajang anugerah kebudayaan nasional. Selain itu, kiprah Mas Diaz sebagai pelopor budaya Nusantara memang layak mendapatkan Anugerah Kebudayaan Indonesia 2025. Rekam jejaknya jelas dan nyata, baik di tingkat lokal maupun nasional,” ujar Purnomo.

Diaz Nawaksara yang berasal dari Desa Dagan, Kecamatan Solokuro, dikenal aktif dalam kerja-kerja pemajuan kebudayaan, khususnya di bidang literasi aksara tradisional dan sejarah lokal Lamongan. Atas dedikasi tersebut, ia dipercaya menjadi delegasi Kabupaten Lamongan dalam ajang bergengsi tersebut.
Sebagai Ketua Lembaga Seniman Budayawan Muslimin Indonesia (LESBUMI) Lamongan, Diaz secara konsisten mendampingi berbagai komunitas budaya, sejarah, dan literasi. Fokus utamanya adalah penguatan pemahaman aksara Nusantara, manuskrip, serta sejarah lokal melalui pendekatan komunitas dan pemanfaatan teknologi digital.

Berbagai upaya digitalisasi aksara yang dilakukan tidak sebatas dokumentasi, melainkan diarahkan sebagai sarana penguatan literasi dan identitas kebudayaan, khususnya bagi generasi muda yang akrab dengan dunia digital. Melalui aplikasi dan laman website, warisan pengetahuan masa lalu diharapkan tetap hidup dan relevan sebagai bagian dari kebudayaan nasional.
Penghargaan Anugerah Kebudayaan Indonesia 2025 ini melengkapi capaian Diaz Nawaksara sebelumnya. Pada tahun 2024, ia juga menerima Apresiasi sebagai Insan Pancasila dari Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Republik Indonesia atas kontribusinya dalam melestarikan aksara Nusantara sebagai simbol persatuan, kebhinekaan, dan jati diri bangsa.

Melalui capaian ini, diharapkan upaya pelestarian dan pemajuan aksara Nusantara semakin mendapatkan dukungan dan perhatian yang lebih luas, khususnya di Kabupaten Lamongan.

 

Jalan Terendam, Para Siswa Terpaksa Jalan Kaki

LAMONGAN – Banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kecamatan Kalitengah, Kabupaten Lamongan, memberikan dampak cukup luas bagi aktivitas masyarakat. Meski demikian, kondisi tersebut tidak menyurutkan semangat para pelajar untuk tetap mengikuti kegiatan belajar mengajar. Hal ini dirasakan ratusan siswa di Desa Bojoasri yang setiap hari harus melintasi genangan banjir demi sampai ke sekolah.
Banjir terjadi akibat luapan Sungai Bengawan Jero setelah kawasan tersebut diguyur hujan dengan intensitas tinggi selama beberapa hari terakhir. Akibatnya, akses jalan desa tergenang air dengan ketinggian mencapai sekitar 50 sentimeter, sehingga sulit dilalui kendaraan.
Pantauan pada Rabu (17/12/2025), para siswa tampak berjalan kaki menyusuri jalan yang terendam air. Untuk menghindari kerusakan, sebagian besar memilih melepas sepatu dan menggantinya dengan sandal, bahkan ada yang menenteng sepatu sambil berjalan di tengah genangan.
Sela Selviana, siswi kelas VII MTs Khozainul Ulum Bojoasri, mengungkapkan bahwa kondisi banjir tersebut sudah berlangsung beberapa waktu terakhir. Bersama teman-temannya, ia harus menempuh jarak sekitar satu kilometer dengan kondisi jalan yang licin dan berair.
“Kami terpaksa pakai sandal karena airnya cukup tinggi. Sekolah juga memberi izin selama banjir belum surut,” ujarnya.
Sebagian siswa memilih berjalan kaki karena kendaraan roda dua kerap mengalami kendala. Sejumlah sepeda motor dilaporkan mogok setelah mesin kemasukan air, sehingga harus dituntun bersama-sama melewati genangan.
Rifki, siswa kelas VII lainnya, mengaku banjir sering membuatnya terlambat tiba di sekolah.
“Tadi motor saya mati di tengah jalan karena air masuk mesin. Akhirnya dituntun bareng teman-teman,” katanya.
Sementara itu, warga Desa Bojoasri, Asrori, mengatakan banjir tidak hanya merendam jalan desa, tetapi juga ratusan rumah warga serta area tambak. Menurutnya, genangan air telah berlangsung hampir sepekan dan sangat mengganggu aktivitas masyarakat.
“Selain jalan, rumah dan tambak juga ikut terendam. Anak-anak yang sekolah juga terdampak,” tuturnya.
Ia menambahkan, banjir akibat luapan Sungai Bengawan Jero kerap terjadi berulang. Sepanjang tahun 2025, kejadian serupa sudah terjadi beberapa kali. Warga pun berharap adanya penanganan serius dari pemerintah agar banjir tidak terus berulang, mengingat dampaknya tidak hanya mengganggu pendidikan, tetapi juga perekonomian warga akibat terhambatnya akses transportasi dan aktivitas kerja.