BERITA TERKINI
Memuat berita terkini...

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru...

Selasa, 01 September 2026

Guru PAUD, Panggilan Jiwa untuk Masa Depan Anak

HUT HIMPAUDI ke-21, Bunda PAUD Lamongan Tekankan Pendidikan Harus Membahagiakan

LAMONGAN | BERITAKINI.ID – Menjadi guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) bukan sekadar menjalankan profesi. Di balik proses belajar mengenal warna, memegang pensil hingga belajar bersosialisasi, ada peran penting dalam membentuk fondasi karakter anak.

PENDIDIK PAUD - Bunda PAUD Kabupaten Lamongan Anis Kartika Yuhronur Efendi saat menghadiri HUT HIMPAUDI ke-21 di halaman Dinas Pendidikan Lamongan. (ist)

Pesan tersebut disampaikan Bunda PAUD Kabupaten Lamongan Anis Kartika Yuhronur Efendi dalam peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (HIMPAUDI) ke-21 di halaman Dinas Pendidikan Lamongan, Selasa (1/9/2026).

Anis menegaskan, guru PAUD memiliki posisi penting dalam memberikan pengalaman pendidikan pertama bagi anak. Karena itu, menjadi pendidik anak usia dini membutuhkan kesabaran, keikhlasan dan energi yang besar.

Pendidikan Harus Membahagiakan

Menurut Anis, kebutuhan dan kebahagiaan anak harus menjadi prioritas dalam proses pembelajaran. Anak tidak boleh hanya ditempatkan sebagai objek pendidikan, tetapi harus menjadi subjek yang menikmati proses belajar.

“Peran ini adalah sebuah panggilan jiwa dan investasi terhadap masa depan bangsa,” ujarnya.

Ia menekankan, suasana belajar di PAUD harus mampu membuat anak merasa nyaman dan bahagia. Pembelajaran tidak harus selalu bergantung pada teknologi, terlebih penggunaan gawai kini sudah semakin akrab dengan anak-anak sejak usia sangat dini.

“Bagaimana guru PAUD membuat rasa bahagia. Pendidikan itu bagaimana anak-anak merasa bahagia. Kalau di rumah bahagia, di sekolah harus lebih bahagia tanpa harus memegang gadget,” katanya.

Tantangan Gawai dan Peran Orang Tua

Perkembangan teknologi digital menjadi salah satu tantangan yang harus dihadapi para pendidik PAUD. Anis menyoroti kebiasaan anak usia satu hingga dua tahun yang kini sudah akrab dengan gawai.

Karena itu, menurutnya, tugas guru tidak berhenti di lingkungan sekolah. Edukasi kepada orang tua juga menjadi bagian penting untuk memastikan proses tumbuh kembang anak berjalan dengan baik.

“Ini tantangan bagi kita semuanya, terutama di tingkat PAUD. Guru juga harus mengedukasi orang tua, karena keberhasilan pendidikan anak tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah,” ujarnya.

Anis mendorong para guru menghadirkan pembelajaran yang kreatif, ceria dan menyenangkan. Anak harus diberi ruang untuk bermain, bersosialisasi serta membangun hubungan positif dengan teman dan gurunya.

HIMPAUDI Jadi Momentum Berinovasi

Memasuki usia ke-21, Anis berharap HIMPAUDI dapat menjadi energi baru bagi seluruh pendidik PAUD untuk terus meningkatkan kompetensi dan melakukan inovasi.

Menurutnya, dunia anak terus berubah mengikuti perkembangan zaman. Karena itu, metode pembelajaran juga perlu menyesuaikan kebutuhan anak tanpa meninggalkan nilai-nilai dasar pendidikan.

Ia berpesan agar seluruh pendidik PAUD tetap menjalankan tugas dengan keikhlasan dan kasih sayang.

“Tetaplah mendidik dengan ikhlas, mengajar dengan cinta dan mendidik dengan ketulusan. Tetap semangat dan ceria, karena keceriaan guru juga berdampak pada anak-anak,” jelasnya.

Editor: Beritakini.id

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Headline Utama (V4 hidden)

<h1>110 Pompa Disiapkan, Lamongan Hadapi Kemarau</h1>

LAMONGAN | BERITAKINI.ID – Musim kemarau mulai diantisipasi Pemerintah Kabupaten Lamongan dengan memperkuat infrastruktur pengairan. Tak ha...

Berita Terpopuler (V4 hidden)