LAMONGAN – Perjuangan Kasemi, warga Desa Pule, Kecamatan Modo, melawan penyakit gagal ginjal masih terus berlanjut. Di tengah kondisi ekonomi keluarga yang serba terbatas, ia tetap menjalani cuci darah secara rutin demi mempertahankan kesehatannya.
Sudah hampir satu setengah tahun Kasemi bergantung pada prosedur cuci darah yang harus dijalani dua kali dalam sepekan. Kondisi ini tentu bukan hal mudah, terlebih sang suami, Suwanto, hanya bekerja sebagai buruh tani dengan penghasilan yang tidak menentu. Demi kebutuhan pengobatan, mereka bahkan kerap harus berhutang kepada tetangga.
Kisah Kasemi sempat menyita perhatian publik setelah dirinya pingsan di wilayah Kota Lamongan usai menjalani cuci darah. Saat itu, respons cepat layanan darurat 110 dari Polres Lamongan menjadi penyelamat. Petugas segera memberikan pertolongan dan mengantarkannya hingga ke rumah.
Kepedulian tersebut berlanjut. Pada Sabtu (4/4/2026), Ipda Purnomo bersama anggota Polres Lamongan mendatangi langsung kediaman Kasemi. Selain memastikan kondisi kesehatannya, mereka juga menyalurkan bantuan sosial berupa uang tunai sebesar Rp 2 juta.
“Semoga bantuan ini bisa membantu meringankan beban, terutama untuk biaya transportasi dan pengobatan,” ujar Purnomo.
Kasemi pun tak kuasa menyembunyikan rasa harunya. Ia mengaku sangat bersyukur atas perhatian yang terus mengalir sejak dirinya pertama kali mendapatkan pertolongan hingga saat ini.
“Terima kasih banyak atas kepedulian Bapak Purnomo dan Polres Lamongan. Bantuan ini sangat berarti bagi kami,” ungkapnya lirih.
Kisah ini menjadi bukti bahwa kehadiran polisi tidak hanya dalam menjaga keamanan, tetapi juga sebagai bentuk nyata kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan.






0 Post a Comment:
Posting Komentar