Subscribe Us

Rabu, 20 Mei 2026

PWI Pusat Kecam Pencegatan Misi Kemanusiaan ke Gaza, Jurnalis Indonesia Ikut Ditahan

JAKARTA – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat mengecam tindakan militer Israel yang mencegat rombongan misi kemanusiaan internasional Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 dalam pelayaran menuju Gaza, Palestina.
Dalam rombongan tersebut terdapat sejumlah jurnalis asal Indonesia yang tengah menjalankan tugas peliputan kemanusiaan.

Ketua Umum PWI Pusat Akhmad Munir menilai tindakan terhadap misi sipil dan kemanusiaan, termasuk penahanan jurnalis, merupakan bentuk pelanggaran terhadap prinsip perlindungan kerja pers di wilayah konflik.
“Kami mengecam keras tindakan Israel yang mencegat dan menahan rombongan misi kemanusiaan menuju Gaza, termasuk jurnalis Indonesia yang sedang menjalankan tugas jurnalistik. Keselamatan insan pers harus dihormati dan dilindungi dalam situasi apa pun,” ujar Akhmad Munir di Jakarta, Selasa (19/5/2026).

Tiga jurnalis Indonesia yang diketahui tergabung dalam misi tersebut yakni Bambang Noroyono dan Thoudy Badai dari Republika, serta Andre Prasetyo Nugroho dari Tempo.

Menurut Munir, kehadiran wartawan dalam misi kemanusiaan bertujuan menyampaikan kondisi dan fakta kemanusiaan kepada masyarakat internasional, bukan menjadi bagian dari konflik yang terjadi.
“Pers hadir untuk menyampaikan fakta dan suara kemanusiaan kepada dunia. Tidak boleh ada intimidasi ataupun tindakan yang mengancam keselamatan jurnalis saat menjalankan tugas profesinya,” tegasnya.

Berdasarkan informasi dari Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, sedikitnya 10 kapal dalam misi Global Sumud Flotilla 2.0 dikabarkan ditahan aparat Israel. Beberapa kapal yang disebut turut dicegat di antaranya Amanda, Barbaros, Josef, dan Blue Toys.
Hingga saat ini, kapal yang membawa jurnalis Indonesia belum dapat dihubungi dan kondisi para awak kapal masih belum diketahui secara pasti.

PWI Pusat menyatakan mendukung penuh langkah diplomatik pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri RI guna memastikan keselamatan seluruh warga negara Indonesia yang tergabung dalam misi tersebut.

Sementara itu, pemerintah Indonesia melalui Kementerian Komunikasi dan Digital RI disebut terus berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri serta perwakilan Indonesia di sejumlah negara untuk memantau perkembangan situasi dan menyiapkan langkah perlindungan bagi para WNI.

Koordinasi juga dilakukan dengan KBRI Ankara, KBRI Kairo, dan KBRI Amman guna mengantisipasi langkah perlindungan maupun proses pemulangan warga negara Indonesia apabila diperlukan.
“Doa dan harapan kami menyertai seluruh jurnalis dan relawan kemanusiaan agar diberikan keselamatan dan dapat kembali dengan selamat,” tutup Akhmad Munir.

Polsek Kedungpring Sigap Tangani Truk Terbakar di Jalur Babat–Jombang

LAMONGAN – Aparat Polsek Kedungpring Polres Lamongan bergerak cepat menangani insiden kebakaran sebuah truk di Jalan Raya Babat–Jombang, tepatnya di wilayah Desa Dradahblumbang, Kecamatan Kedungpring, Kabupaten Lamongan, Rabu (20/5/2026).
Peristiwa tersebut dibenarkan Kasihumas Polres Lamongan IPDA M. Hamzaid saat dikonfirmasi terkait kejadian kebakaran kendaraan di wilayah hukum Polsek Kedungpring.

Menurut keterangannya, insiden bermula sekitar pukul 10.00 WIB ketika truk bermuatan kombi bernomor polisi K-1903-AA yang dikemudikan Puji (28), melaju dari arah utara menuju selatan dan melintas di perempatan Dradah. “Setibanya di lokasi yang merupakan jalan tanjakan, kendaraan tidak kuat menanjak sehingga sopir menghentikan truk di tepi jalan,” jelasnya.

Tak lama setelah berhenti, muncul asap dari bagian bawah kabin kendaraan. Mengetahui hal itu, pengemudi bersama warga sekitar segera berupaya menyelamatkan muatan dengan menurunkan barang dari atas truk.
Api kemudian membesar dan membakar bagian kabin hingga menarik perhatian pengguna jalan dan warga sekitar.
Sekitar pukul 10.15 WIB, petugas pemadam kebakaran dari Pos Ngimbang tiba di lokasi dan langsung melakukan proses pemadaman. Berkat penanganan cepat, api berhasil dipadamkan sekitar pukul 10.30 WIB.
“Setelah api berhasil dipadamkan, petugas kepolisian bersama instansi terkait langsung melakukan evakuasi kendaraan ke tepi jalan agar tidak mengganggu arus lalu lintas di jalur Babat–Jombang,” lanjutnya.
Akibat kejadian tersebut, korban diperkirakan mengalami kerugian material sekitar Rp40 juta.

Kapolsek Kedungpring AKP Sudibyo bersama anggota juga turun langsung ke lokasi untuk melakukan penanganan, membantu proses pemadaman bersama petugas terkait, serta mengamankan dan mengevakuasi kendaraan yang terbakar.

Puluhan Pengedar Narkoba Dibekuk Polres Lamongan, Tujuh Pelaku Berstatus Residivis


LAMONGAN – Kepolisian Resor Lamongan melalui Satresnarkoba kembali menunjukkan komitmennya dalam memberantas peredaran narkoba dan obat-obatan terlarang. Selama kurun waktu Maret hingga Mei 2026, aparat berhasil mengungkap 29 kasus penyalahgunaan narkotika dan peredaran obat keras daftar G dengan total 40 tersangka yang diamankan.

Kapolres Lamongan Arif Fazlurrahman mengatakan, dari puluhan tersangka tersebut, tujuh orang diketahui merupakan residivis yang sebelumnya pernah terlibat kasus serupa maupun tindak pidana lainnya.
“Peredaran narkoba di Lamongan saat ini cukup memprihatinkan karena sudah menyasar berbagai profesi. Ada sopir, nelayan, pedagang hingga pekerja swasta yang terlibat,” ungkap AKBP Arif, Rabu (20/5/2026).

Ia menjelaskan, dari total perkara yang diungkap, sebanyak 27 kasus berkaitan dengan narkotika, sedangkan sisanya merupakan kasus peredaran obat keras berbahaya daftar G.

Dalam operasi tersebut, polisi berhasil menyita barang bukti berupa 80,96 gram sabu dan sembilan pil ekstasi. Selain itu, aparat juga menemukan 143.720 butir obat keras daftar G yang diduga siap diedarkan.
Bukan hanya narkotika, petugas turut mengamankan minuman keras ilegal dengan total ribuan liter yang terdiri dari arak, bir, dan anggur.
Berbagai barang yang digunakan untuk mendukung aktivitas peredaran narkoba juga ikut diamankan, seperti puluhan telepon genggam, timbangan digital, sepeda motor, plastik klip kosong hingga uang tunai hasil transaksi.

Kapolres menambahkan, beberapa tersangka residivis yang kembali diamankan antara lain APA, NBS, S alias Polo, BKD, NM, MMK, dan ADW yang sebelumnya pernah menjalani hukuman dalam perkara narkotika maupun kasus pidana lain.

Dari sejumlah pengungkapan tersebut, terdapat tiga kasus yang menjadi perhatian utama. Pertama, kasus tersangka berinisial I bersama rekannya dengan barang bukti 143.720 butir obat keras daftar G. Kedua, tersangka BKD dengan kepemilikan sabu seberat 50,79 gram. Ketiga, tersangka BAA yang menguasai 50,79 gram sabu dan sembilan butir ekstasi.

Berdasarkan data kepolisian, Kecamatan Lamongan menjadi wilayah dengan angka kasus tertinggi, disusul Mantup, Karanggeneng, dan Pucuk. Sejumlah kecamatan lain seperti Babat, Paciran, Ngimbang hingga Brondong juga tercatat masuk dalam peta peredaran narkoba.

Pengembangan kasus bahkan dilakukan hingga luar daerah. Salah satu jaringan berhasil diungkap di kawasan Terminal Osowilangun Surabaya yang disebut masih berkaitan dengan jaringan di Lamongan Kota.
“Melalui pengungkapan ini, kami berupaya menyelamatkan masyarakat dari ancaman penyalahgunaan narkoba. Diperkirakan lebih dari 144 ribu jiwa berhasil diselamatkan,” jelasnya.

Saat ini seluruh tersangka telah ditahan dan menjalani proses hukum. Para pelaku kasus narkotika dijerat Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, sedangkan pengedar obat keras dikenakan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara. dam

Upacara Harkitnas ke-118 di Lamongan Berlangsung Khidmat, Tekankan Kedaulatan Digital dan Perlindungan Generasi Bangsa

LAMONGAN – Pemerintah Kabupaten Lamongan menggelar Upacara Peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-118 Tahun 2026 secara khidmat di halaman Pemkab Lamongan, Rabu (20/5). Upacara dipimpin langsung Bupati Lamongan Yuhronur Efendi selaku inspektur upacara.

Dalam kesempatan tersebut, bupati yang akrab disapa Pak Yes membacakan amanat Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Vadia Hafid yang menegaskan bahwa makna Kebangkitan Nasional saat ini terus berkembang mengikuti tantangan zaman, termasuk dalam menghadapi era transformasi digital dan kedaulatan informasi.

Menurutnya, semangat kebangkitan nasional tidak lagi hanya dimaknai sebagai perjuangan mempertahankan wilayah, namun juga menjaga kemandirian bangsa di tengah perkembangan teknologi dan arus informasi global.

Melalui tema “Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara”, pemerintah menegaskan pentingnya menjaga generasi muda sebagai pondasi masa depan bangsa sekaligus memperkuat kemandirian nasional.
“Visi kemandirian tersebut diwujudkan melalui berbagai program strategis nasional seperti Makan Bergizi Gratis, Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda, peningkatan kualitas guru dan beasiswa, Cek Kesehatan Gratis, hingga Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih sebagai penguatan ekonomi desa,” ujar Pak Yes.

Selain itu, pemerintah juga menekankan pentingnya penerapan penuh Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Perlindungan Anak atau PP TUNAS.

Pada momentum Harkitnas tersebut, Pak Yes juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat solidaritas sosial, meningkatkan literasi digital, serta memastikan pembangunan yang dilakukan tetap berorientasi pada kemajuan bersama.
“Kebangkitan nasional adalah milik seluruh rakyat Indonesia. Semua berawal dari kesadaran individu yang tumbuh menjadi kekuatan kolektif demi kejayaan bangsa,” katanya.

Ia berharap semangat Hari Kebangkitan Nasional ke-118 dapat menjadi motivasi bagi Kabupaten Lamongan untuk terus bergerak maju, terlebih menjelang peringatan Hari Jadi Lamongan ke-457.

“Saya mengajak seluruh instansi dan stakeholder pembangunan untuk terus berkontribusi nyata sesuai peran masing-masing demi Lamongan yang semakin maju dan sejahtera,” pungkasnya.

PMI Jadi Mitra Penting Pemerintah dalam Pelayanan Kemanusiaan di Lamongan

LAMONGAN – Bupati Lamongan Yuhronur Efendi menegaskan bahwa Palang Merah Indonesia (PMI) memiliki peran strategis sebagai mitra pemerintah dalam bidang sosial dan kemanusiaan. Hal tersebut disampaikan saat menghadiri Pelantikan Pengurus PMI Kecamatan se-Kabupaten Lamongan masa bakti 2026-2030 sekaligus Musyawarah Kerja PMI Tahun 2026 di Aula RSUD dr. Soegiri Lamongan, Selasa (19/5).

Pelantikan pengurus dilakukan langsung oleh Ketua PMI Kabupaten Lamongan Agus Suyanto. Dalam sambutannya, Bupati yang akrab disapa Pak Yes menekankan pentingnya musyawarah kerja sebagai sarana menyusun program yang realistis dan benar-benar dapat dijalankan untuk kepentingan masyarakat. “Saya mengucapkan selamat kepada seluruh pengurus yang baru dilantik. Program PMI harus benar-benar nyata, terukur, dan bisa dilaksanakan sehingga manfaatnya terus dirasakan masyarakat,” ujarnya.

Menurut Pak Yes, selama ini PMI tidak hanya berfokus pada pelayanan donor darah, namun juga aktif dalam berbagai kegiatan kemanusiaan seperti penanggulangan bencana, pelayanan kesehatan, bantuan sosial, hingga pembinaan relawan dan Palang Merah Remaja (PMR). “PMI selalu hadir di tengah masyarakat, baik saat terjadi bencana, pelayanan pertolongan pertama, maupun dalam membangun jiwa kemanusiaan melalui relawan dan PMR,” katanya.

Ia menilai kontribusi PMI turut mendukung peningkatan kualitas kesehatan masyarakat di Kabupaten Lamongan. Hal itu terlihat dari capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Lamongan yang hampir mencapai angka 76,81 serta usia harapan hidup yang mendekati 75,40 tahun.

“Pembangunan kesehatan bukan hanya soal fasilitas, tetapi juga bagaimana menghadirkan pelayanan sosial yang kuat dan bermanfaat bagi masyarakat,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Pak Yes juga menyoroti tantangan pemenuhan kebutuhan darah di Lamongan. Berdasarkan standar WHO, kebutuhan darah ideal minimal mencapai dua persen dari total jumlah penduduk. Pada tahun 2025, pemenuhan kebutuhan darah di Lamongan mencapai sekitar 94 persen.
Sementara pada tahun 2026 ini, PMI Lamongan menargetkan pengumpulan 19 ribu kantong darah, dengan capaian sementara sekitar 7 ribu kantong. “Karena PMI berbasis kerelawanan, maka partisipasi masyarakat harus terus didorong melalui sosialisasi dan apresiasi kepada para pendonor,” tambahnya.

Selain pelayanan darah, PMI Lamongan juga terus memperkuat kesiapsiagaan bencana melalui pengiriman relawan dan bantuan logistik. Pembinaan PMR di sekolah juga akan dimaksimalkan agar generasi muda memiliki kemampuan dasar pertolongan pertama dan kesiapsiagaan menghadapi kondisi darurat.

Pada agenda yang sama, PMI Kabupaten Lamongan turut menerima Laporan Auditor Tahun Anggaran 2025 dari Kantor Akuntan Publik Bambang Sutjipto Ngumar. Dalam laporan tersebut, PMI Lamongan berhasil meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP), yang merupakan predikat tertinggi dalam audit laporan keuangan.

Capaian itu diharapkan semakin memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap PMI Kabupaten Lamongan sebagai lembaga kemanusiaan yang profesional, transparan, dan berkelanjutan dalam memberikan pelayanan sosial.

Dukung Generasi Emas Dengan Beasiswa Lamongan Cerdas dan SKSS

LAMONGAN - Pemerintah Kabupaten
Lamongan bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Lamongan dan Baznas Jawa Timur terus memperkuat komitmen dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui program beasiswa Lamongan Cerdas dan Satu Keluarga Satu Sarjana (SKSS). 

Hal tersebut dituturkan oleh Bupati Lamongan Yuhronur Efendi saat melalukan pentasharufan beasiswa kepada ratusan pelajar dan mahasiswa, Rabu (20/5) di Pendopo Lokatantra. Bupati yang akrab disapa Pak Yes menuturkan bahwa peningkatan kualitas pendidikan menjadi langkah strategis menuju Indonesia Emas 2045. 

“Kemajuan daerah dapat dilihat dari perkembangan Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Ketika pendidikan maju, maka tingkat peradaban daerah juga akan maju,” tutur Pak Yes usai menyerahkan simbolis beasiswa Lamongan Cerdas kepada para penerima.
Orang nomor satu di Kota Soto itu menjelaskan, IPM Kabupaten Lamongan saat ini terus menunjukkan pertumbuhan positif dan berada di angka 76,8. Peningkatan tersebut dipengaruhi indikator pendidikan, kesehatan, dan daya beli yang terus berkembang. Karena itu, Pak Yes meminta seluruh penerima beasiswa memanfaatkan bantuan pendidikan dengan sebaik-baiknya serta tidak pesimis dalam meraih cita-cita.

Pada kesempatan tersebut, Pak Yes menyampaikan bahwa upaya Pemkab Lamongan dalam menyiapkan kualitas sumber daya manusia menuju Indonesia emas tidak hanya melalui Lamongan Cerdas. Pemkab Lamongan juga menghadirkan berbagai program beasiswa lainnya, salah satunya Beasiswa Pendidikan Terintegrasi dan Gratis (Perintis) yang ditujukan untuk mendukung peningkatan akses pendidikan dan pengembangan kompetensi generasi muda Lamongan.
 
Selain kemampuan akademik, Pak Yes juga menekankan pentingnya penguatan soft skill bagi generasi muda, seperti adab dan kemampuan bergaul di tengah masyarakat.

Ketua Baznas Lamongan Bambang Eko Mulyono mengungkapkan rasa syukur atas terselenggaranya pentasharufan beasiswa tahun ini. Sebanyak 218 anak dari 68 lembaga menerima bantuan pendidikan Lamongan Cerdas dengan total nilai 375,9 juta rupiah.

“Alhamdulillah pagi ini kita bersama bersyukur dapat menyalurkan beasiswa kepada ratusan penerima mulai jenjang santri, SD, SMP, SMA hingga mahasiswa,” jelasnya.

Adapun rincian penerima beasiswa Lamongan Cerdas meliputi 138 santri dari 37 lembaga yangmana masing-masing santri akan menerima beasiswa sebesar 1,8 juta rupiah setiap enam bulan sekali, 5 siswa SD/MI akan menerima beasiswa sebesar 600 ribu rupiah setiap satu tahun sekali, 5 siswa SMP/MTs akan menerima beasiswa sebesar 900 ribu rupiah setiap satu tahun sekali, 20 siswa SMA/MA dari 11 lembaga akan menerima beasiswa sebesar 1 juta rupiah  setiap 1 bulan sekali, 35 mahasiswa dari 15 perguruan tinggi akan menerima beasiswa sebesar 2 juta rupiah setiap satu semester sekali, serta program Satu Keluarga Satu Sarjana (SKSS) bagi 15 penerima dari 4 lembaga akan menerima beasiswa sebesar 2 juta rupiah setiap satu semester sekali.

Selain itu, Baznas Provinsi Jawa Timur juga menyalurkan beasiswa bagi 20 pelajar SMA/MA dan 15 mahasiswa asal Lamongan.

Selasa, 19 Mei 2026

Polres Lamongan Evakuasi Korban Lakalantas di JLU Deket, Enam Penumpang Elf Luka-luka

LAMONGAN - Petugas Unit Gakkum Satlantas Polres Lamongan bergerak cepat melakukan evakuasi korban kecelakaan lalu lintas yang terjadi di Jalan Lingkar Utara (JLU) tepatnya di Desa Sidorejo, Kecamatan Deket, Kabupaten Lamongan, Selasa (19/5) sekitar pukul 13.36 WIB.

Kecelakaan tersebut melibatkan kendaraan Elf hijau nomor polisi S 7940 J yang dikemudikan BI (laki-laki 40 tahun), warga Kecamatan Kepohbaru, Kabupaten Bojonegoro, dengan sebuah truk colt diesel tangki nomor polisi H 1377 SY yang dikemudikan MLH (26), warga Kecamatan Sukodadi, Kabupaten Lamongan.

Akibat peristiwa tersebut, enam penumpang Elf mengalami luka-luka dan langsung dievakuasi petugas menuju RSI NU Lamongan untuk mendapatkan penanganan medis.

Sementara identitas para korban masih dalam proses pendataan oleh petugas.

Kasihumas Polres Lamongan IPDA M. Hamzaid, S.Pd membenarkan adanya kejadian laka lantas tersebut.

"Berdasarkan keterangan saksi-saksi di lokasi, kendaraan Elf hijau yang mengangkut sekitar 15 penumpang melaju dari arah timur ke barat." jelasnya.

Saat tiba di lokasi kejadian, Elf berupaya mendahului truk colt diesel tangki dengan mengambil lajur kanan.

"Namun saat akan mendahului, kendaraan Elf berjalan terlalu ke kanan hingga terjadi tabrakan samping dengan truk tangki." lanjutnya.

Benturan tersebut mengakibatkan Elf oleng ke kanan, menabrak tiang PJU, lalu terguling di jalur lawan arah.

“Akibat kejadian tersebut terdapat enam korban luka yang langsung dibawa ke RSI NU Lamongan untuk mendapatkan perawatan,” tambahnya.

Usai menerima laporan, anggota Satlantas Polres Lamongan bersama petugas terkait segera mendatangi lokasi untuk melakukan penanganan.

"Polisi melakukan olah TKP, membantu evakuasi korban ke rumah sakit, mengevakuasi kendaraan yang terlibat kecelakaan, serta meminta keterangan sejumlah saksi sebagai bagian dari proses penyelidikan lebih lanjut." tutupnya.

Usai Rilis Curanmor, Kapolres Lamongan AKBP Arif Fazlurrahman Kembali Bongkar 53 Aksi Pencurian Diesel, Barang Bukti Dikembalikan ke Warga

LAMONGAN - Setelah merilis pengungkapan kasus curanmor di wilayah Kecamatan Paciran, Kapolres Lamongan AKBP Arif Fazlurrahman, S.H., S.I.K., M.Si kembali merilis pengungkapan kasus tindak pidana pencurian dengan pemberatan (curat diesel dan curanmor roda dua) yang terjadi di wilayah Kabupaten Lamongan.

Dalam keterangannya, Kapolres menyampaikan bahwa pengungkapan kasus ini merupakan tindak lanjut dari berbagai keluhan masyarakat dan kepala desa terkait maraknya pencurian mesin diesel di area persawahan.

“Disaat saya melaksanakan kunjungan di berbagai Polsek, saya banyak mendapat keluhan dari kepala desa terkait pencurian diesel yang sangat meresahkan para petani,” ungkap Kapolres Lamongan.

Dalam rilis, Kapolres menjelaskan tersangka berinisial R.M, laki-laki usia 38 tahun, warga Kecamatan / Kabupaten Gresik dan berdomisili di Kecamatan Kebomas Kabupaten Gresik berhasil ditangkap oleh Tim Jaka Tingkir Satreskrim Polres Lamongan.

Tersangka diketahui merupakan residivis kasus curanmor di Gresik tahun 2023 dengan vonis 1 tahun 4 bulan penjara dan menjalani cuti bersyarat pada tahun 2024 di Rutan Gresik.

Adapun sejumlah lokasi pencurian yang berhasil diungkap antara lain di persawahan Desa Mungli Kecamatan Kalitengah pada 8 Januari 2026, sawah di Desa Deketwetan Kecamatan Deket pada 17 Januari 2026, sawah Desa Plosowahyu Kecamatan Lamongan pada 23 Maret 2026, kawasan tepi sungai persawahan Dusun Leboham Desa Sekaran Kecamatan Sekaran pada 10 Mei 2026, serta kasus curanmor di Jalan Desa Kawistolegi Kecamatan Karanggeneng Kabupaten Lamongan.

“Dari hasil pengungkapan tersebut, petugas berhasil menyita barang bukti berupa satu unit mesin diesel Dongfeng Type R100, dua unit mesin diesel etek, satu unit sepeda motor, satu unit handphone, satu unit mobil yang digunakan sebagai sarana kejahatan, delapan unit mesin diesel dari TKP lain yang masih didalami, serta dua buah keongan diesel.” rincinya.

Kapolres Lamongan menerangkan bahwa berdasarkan hasil penyelidikan dan penyidikan, diketahui keberadaan pelaku beserta barang hasil curiannya berada di wilayah Kabupaten Gresik.

Selanjutnya Tim Jaka Tingkir Satreskrim Polres Lamongan bergerak cepat melakukan penangkapan terhadap tersangka.

Dari hasil pemeriksaan, tersangka mengakui telah melakukan pencurian empat unit mesin diesel, satu unit sepeda motor dan satu unit handphone di wilayah Kabupaten Lamongan.

Selain itu, tersangka juga mengaku menggunakan satu unit mobil rental sebagai sarana melakukan aksi kejahatan sejak Desember 2025 hingga Mei 2026.

Lebih lanjut, tersangka diketahui telah melakukan pencurian mesin diesel di 53 tempat kejadian perkara lain di wilayah hukum Polres Lamongan, dengan rincian Kecamatan Deket sebanyak 21 TKP, Glagah 8 TKP, Turi 2 TKP, Karangbinangun 10 TKP, Kalitengah 10 TKP, Sarirejo 1 TKP dan Tikung 1 TKP.

“Mesin diesel hasil curian tersebut dijual secara online dan COD di wilayah Gresik hingga Romokalisari Surabaya dengan cara dijual secara kiloan.” tambahnya.

“Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 477 ayat (1) KUHP tentang pencurian dengan pemberatan dengan ancaman hukuman penjara paling lama tujuh tahun,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolres Lamongan juga menyampaikan imbauan kepada masyarakat agar lebih waspada terhadap tindak kejahatan.

“Kami mengimbau masyarakat agar lebih hati-hati saat memarkir kendaraan, gunakan kunci ganda dan jangan meninggalkan anak kunci di kendaraan. Kepada para pemilik mesin diesel agar dijaga dengan baik atau diangkat dan disimpan agar tidak mengundang niat pelaku kejahatan.” pesannya.

Usai pelaksanaan press release, Kapolres Lamongan secara simbolis mengembalikan sejumlah mesin diesel dan kendaraan bermotor kepada warga masyarakat yang menjadi korban dan turut hadir dalam kegiatan tersebut.

Penyerahan barang bukti tersebut disambut haru dan rasa syukur dari para korban yang akhirnya kembali menerima barang miliknya setelah berhasil diungkap jajaran Polres Lamongan.

Dijual di Facebook, Kasus Curanmor Terbongkar

LAMONGAN - Kasus tindak pidana pencurian dengan pemberatan (curanmor roda dua) yang terjadi di wilayah Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan terungkap. Kasus ini dibongkar Kapolres Lamongan AKBP Arif Fazlurrahman, S.H., S.I.K., M.Si pada konferensi pers di Mapolres setempat, Selasa (19/5/2026).

Pengungkapan kasus tersebut menjadi bukti keseriusan Polres Lamongan dalam memberantas aksi pencurian kendaraan bermotor yang meresahkan masyarakat.

Dalam keterangannya, Kapolres menjelaskan bahwa tersangka berinisial K.H, warga Kecamatan Solokuro, Kabupaten Lamongan, berhasil ditangkap oleh Tim Jaka Tingkir Satreskrim Polres Lamongan.

Aksi pencurian dilakukan tersangka di beberapa lokasi berbeda di wilayah Kecamatan Paciran, yakni pada Kamis (30/04) sekitar pukul 12.30 WIB di Jalan Dermaga Dusun Banjaranyar Desa Banjarwati Kecamatan Paciran, kemudian pada hari yang sama sekitar pukul 17.10 WIB di area parkir Makam Sunan Drajat Kecamatan Paciran, serta pada Jumat (01/05) sekitar pukul 14.30 WIB di sebuah warung kopi milik Rukmini di Lingkungan Sidokumpul Kelurahan Blimbing Kecamatan Paciran.

“Dari hasil pengungkapan tersebut, petugas berhasil menyita barang bukti berupa tiga unit sepeda motor hasil curian dari masing-masing tempat kejadian perkara, serta satu buah kunci T beserta dua anak kunci yang digunakan pelaku sebagai alat kejahatan.” ungkapnya.

Modus operandi pelaku dilakukan dengan cara hunting di wilayah Kabupaten Lamongan. Pelaku berjalan kaki di sekitar lokasi yang menjadi sasaran, kemudian saat melihat kendaraan target, pelaku mendekati sepeda motor dan merusak rumah kunci kontak menggunakan kunci T yang telah dipersiapkan sebelumnya.

“Setelah berhasil membawa kabur kendaraan hasil curian, sepeda motor tersebut kemudian dijual secara COD di wilayah Kabupaten Lamongan melalui media sosial Facebook.” lanjutnya.

Kapolres Lamongan menjelaskan bahwa pengungkapan kasus ini berhasil dilakukan berdasarkan serangkaian tindakan penyelidikan dan penyidikan oleh Satreskrim Polres Lamongan.

Dari hasil penyelidikan, diketahui keberadaan pelaku beserta sepeda motor hasil curiannya berada di Warung Giras 71 Desa Sumberwudi Kecamatan Karanggeneng Kabupaten Lamongan.

“Tim Jaka Tingkir Satreskrim Polres Lamongan kemudian bergerak cepat melakukan penangkapan terhadap tersangka beserta barang bukti.” tambahnya.

“Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 477 ayat (1) KUHP tentang pencurian dengan pemberatan dengan ancaman hukuman penjara paling lama tujuh tahun.” tegasnya.

Kapolres Lamongan juga mengimbau masyarakat agar selalu waspada saat memarkir kendaraan, menggunakan kunci pengaman tambahan, serta segera melaporkan kepada pihak kepolisian apabila mengetahui adanya tindak kriminalitas di lingkungan sekitar.

Libur Panjang Kenaikan Yesus Kristus, Ribuan Penumpang Padati Stasiun Lamongan

LAMONGAN – Selama masa libur panjang Kenaikan Yesus Kristus yang berlangsung pada 13 hingga 17 Mei 2026, Stasiun Lamongan mencatat tingginya mobilitas masyarakat pengguna transportasi kereta api jarak jauh. Total sebanyak 3.588 penumpang tercatat menggunakan layanan di stasiun tersebut, baik untuk keberangkatan maupun kedatangan.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.787 penumpang tercatat berangkat dari Stasiun Lamongan, sementara 1.801 penumpang lainnya datang ke Lamongan menggunakan kereta api.
Tingginya angka kedatangan menunjukkan meningkatnya aktivitas masyarakat menuju wilayah Lamongan selama masa libur panjang, baik untuk berwisata, bersilaturahmi dengan keluarga, maupun keperluan lainnya.
Puncak kedatangan penumpang terjadi pada Kamis, 14 Mei 2026, yang merupakan awal periode libur panjang, dengan jumlah kedatangan mencapai 409 penumpang. Sedangkan puncak keberangkatan terjadi pada Minggu, 17 Mei 2026, atau hari terakhir libur, dengan jumlah keberangkatan sebanyak 474 penumpang.
Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya, Mahendro Trang Bawono, mengatakan seluruh operasional perjalanan kereta api selama periode libur panjang berjalan aman dan lancar.
“KAI terus mengutamakan keselamatan perjalanan serta menjaga ketepatan waktu sebagai bentuk komitmen pelayanan kepada pelanggan,” ujarnya.
Ia menambahkan, KAI Daop 8 Surabaya juga memastikan seluruh pelayanan di Stasiun Lamongan berjalan kondusif dengan melakukan berbagai langkah antisipasi guna mendukung kenyamanan penumpang.
Beberapa upaya yang dilakukan di antaranya pengaturan alur penumpang serta optimalisasi fasilitas stasiun agar pelayanan tetap maksimal selama lonjakan pengguna jasa transportasi kereta api.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang telah mempercayakan kereta api sebagai moda transportasi selama libur panjang. Ke depan, KAI akan terus meningkatkan kualitas layanan agar pelanggan mendapatkan pengalaman perjalanan yang aman, nyaman, dan berkesan,” tutup Mahendro.

Empat Hari Berjalan, KDKMP di Lamongan Mulai Tunjukkan Dampak Positif bagi Warga

LAMONGAN– Operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kabupaten Lamongan mulai memperlihatkan perkembangan menggembirakan. Dari sembilan titik KDKMP yang telah menjalankan sistem aplikasi pengadaan barang melalui PT Agrinas Nusantara, salah satunya KDKMP Desa Sendangrejo tercatat mampu menarik minat masyarakat dan menghasilkan omzet yang cukup signifikan hanya dalam empat hari pertama operasional.

Dandim 0812/Lamongan Letkol Inf Deni Suryo Digdo mengatakan tingginya antusiasme warga menjadi bukti bahwa keberadaan Koperasi Merah Putih diterima dengan baik oleh masyarakat. Selain berfungsi sebagai pusat pemenuhan kebutuhan warga, koperasi juga dinilai mulai menggerakkan roda ekonomi desa.

“Di salah satu KDKMP, yakni Sendangrejo, operasionalnya sudah berjalan cukup baik. Dari hasil konfirmasi kepada karyawan, hari pertama pendapatan mencapai Rp2 juta, hari kedua lebih dari Rp1 juta, dan hari ketiga meningkat hingga lebih dari Rp4 juta,” ungkapnya saat sidak KDKMP Plosowahyu, Kecamatan Lamangan,
Selasa (19/5/2026).

Menurut Deni, capaian tersebut menunjukkan bahwa program Koperasi Desa Merah Putih memang dibutuhkan masyarakat. Bahkan memasuki hari keempat operasional, jumlah pengunjung terus mengalami peningkatan.

Ia menilai tingginya kunjungan warga menjadi tanda adanya harapan besar terhadap koperasi sebagai pusat ekonomi baru di desa yang mampu menyediakan kebutuhan masyarakat dengan harga terjangkau.
“Ini menjadi bukti nyata bahwa masyarakat sangat antusias dengan hadirnya Koperasi Merah Putih. Dari hari pertama hingga hari keempat, pengunjung yang datang sangat luar biasa,” tambahnya.

Hal serupa juga terlihat di KDKMP Kebet. Berdasarkan laporan penjualan selama empat hari, koperasi tersebut berhasil mencatat omzet hingga Rp4 juta dengan komoditas tabung gas menjadi barang yang paling banyak dicari warga.
“Dalam sehari sudah bisa memperoleh pendapatan Rp4 juta. Ini menunjukkan keseriusan pengelola koperasi sekaligus tingginya minat masyarakat untuk berbelanja di Koperasi Kebet,” ujarnya.

Sementara itu, karyawan KDKMP Sendangrejo, Siska Intan, mengaku keberadaan koperasi sangat membantu masyarakat sekitar karena menawarkan akses belanja yang lebih dekat dan harga yang terjangkau dibanding harus pergi ke toko ritel modern.

“Kalau sebelumnya warga harus pergi jauh ke toko ritel untuk membeli kebutuhan, sekarang sudah ada Koperasi Merah Putih sehingga lebih mudah dan dekat untuk berbelanja,” kata Siska.

Ia juga menilai pemerintah serius dalam mendukung keberlangsungan program KDKMP melalui pendampingan dan dukungan agar koperasi dapat berkembang optimal di tingkat desa. 

Minggu, 17 Mei 2026

Rumah dan Kandang Kambing di Sugio Terbakar, 69 Ekor Ternak Berhasil Diselamatkan

LAMONGAN –Warga Dusun Jubel, Desa Jubel Kidul, Kecamatan Sugio, Kabupaten Lamongan, gempar, Senin (18/5/2026). Mereka dikejutkan terbakarnya rumah sekaligus kandang kambing milik Suhadak (57), warga setempat. Tidak ada korban jiwa pada kejadian ini. Namun berkat kerja keras warga, sebanyak 69 ekor kambing berhasil diselamatkan, sementara 1 ekor kambing tewas. 

Keterangan warga, api diketahui mulai berkobar sekitar pukul 07.45 WIB di rumah milik Suhadak (57), warga setempat yang saat ini bekerja di Surabaya. Saat kejadian, rumah dalam keadaan kosong dan hanya digunakan sebagai tempat pemeliharaan kambing.

Asap tebal yang membumbung dari lokasi membuat warga sekitar segera berdatangan untuk membantu memadamkan api sambil menyelamatkan ternak yang berada di dalam kandang.

Kapolsek Sugio Jinanto mengatakan kebakaran diduga dipicu korsleting listrik pada bangunan rumah yang sudah lama.
“Api cepat membesar dan diduga berasal dari hubungan arus pendek listrik. Kondisi bangunan yang sebagian besar berbahan lama membuat api mudah merambat,” ujarnya.

Lebih lanjut disampaikan Kapolsek Jinanto, peristiwa pertama kali diketahui Sokran (66), kakak pemilik rumah yang sehari-hari membantu merawat kambing di lokasi tersebut. "Mengetahui api mulai membesar, ia segera meminta pertolongan warga sekitar," katanya.

Saat kejadian, katanya, terdapat sekitar 70 ekor kambing di dalam kandang. Warga bersama aparat berupaya membuka kandang dan mengevakuasi ternak satu per satu agar tidak terjebak kobaran api. Dari total ternak yang ada, sebanyak 69 ekor berhasil diselamatkan.

Petugas Pemadam Kebakaran Kabupaten Lamongan tiba di lokasi sekitar pukul 08.00 WIB dan langsung melakukan pemadaman. Api berhasil dikendalikan sekitar pukul 08.20 WIB.
Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun kerugian materi akibat kebakaran diperkirakan mencapai Rp97 juta.

Usai kejadian, petugas kepolisian bersama Koramil Sugio, Satpol PP, perangkat desa, dan tim Damkar melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta meminta keterangan sejumlah saksi guna memastikan penyebab kebakaran.

Jelang Iduladha, Polres Lamongan dan DPKH Perketat Pengawasan Ternak di Perbatasan Lamongan–Jombang

LAMONGAN – Penyebaran penyakit menular pada ternak, seperti Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) serta Lumpy Skin Disease (LSD) harus diatasi. Mengantisipasi penyebaran penyakit hewan itu, menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, Polres Lamongan bersama Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Kabupaten Lamongan memperketat pengawasan lalu lintas hewan ternak di wilayah perbatasan Lamongan–Jombang, tepatnya di Desa Ganggangtingan, Kecamatan Ngimbang, Minggu (17/5/2026).

Kegiatan pengawasan tersebut melibatkan personel Polsek Ngimbang bersama petugas kesehatan hewan guna mengantisipasi penyebaran penyakit menular pada ternak, seperti Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) serta Lumpy Skin Disease (LSD).

Kapolsek Ngimbang I Wayan Sumantra hadir langsung bersama Kepala DPKH Lamongan Sofia Nurhayati dan tim kesehatan hewan dalam kegiatan monitoring tersebut.

Petugas melakukan pemeriksaan terhadap kendaraan pengangkut hewan ternak yang keluar masuk wilayah Kabupaten Lamongan, khususnya sapi, kambing, dan domba. Pemeriksaan meliputi kondisi fisik ternak hingga pengecekan kesehatan guna memastikan hewan yang melintas bebas dari indikasi penyakit menular.

Selain pemeriksaan kesehatan, petugas gabungan juga memberikan edukasi dan imbauan kepada peternak maupun sopir pengangkut ternak agar menjaga kebersihan kandang dan kesehatan hewan selama proses distribusi menjelang Iduladha.

Dari hasil pengawasan yang dilakukan, petugas tidak menemukan ternak yang terindikasi terpapar penyakit menular. Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman dan lancar.

Melalui Kasihumas Polres Lamongan M. Hamzaid, Kapolsek Ngimbang menyampaikan bahwa pengawasan lalu lintas ternak merupakan langkah preventif untuk melindungi peternak sekaligus menjaga stabilitas kesehatan hewan di wilayah Lamongan.

“Kegiatan ini sebagai upaya pencegahan agar tidak terjadi penyebaran penyakit hewan ternak menjelang Hari Raya Iduladha. Kami mengimbau peternak dan pengangkut ternak agar selalu memperhatikan kesehatan hewan dan mematuhi prosedur pemeriksaan kesehatan,” ujarnya.

Kegiatan tersebut juga menjadi bentuk sinergi antara Polres Lamongan dan DPKH dalam menjaga keamanan serta kesehatan hewan ternak di Kabupaten Lamongan menjelang meningkatnya kebutuhan hewan kurban.

Wujud Kepedulian terhadap Personil, Kodim 0812/Lamongan Gelar Cek Kesehatan Gratis Bersama Puskesmas Deket dan Polkes

LAMONGAN – Dalam rangka menjaga kebugaran dan mendeteksi dini kondisi kesehatan para anggotanya, Kodim 0812/Lamongan bersinergi dengan Puskesmas Deket dan Polkes 05.10.08/Lamongan menggelar kegiatan Cek Kesehatan Gratis (CKG). Acara yang berlangsung di Aula Kadet Soewoko Makodim 0812/Lamongan ini diikuti dengan antusias oleh 100 peserta, yang terdiri dari personil militer maupun Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Kodim 0812/Lamongan.

​Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Kepala Staf Kodim (Kasdim) 0812/Lamongan, Mayor Cpm Marsidianto, yang didampingi langsung oleh Kepala Puskesmas Deket, dr. Ratih Nuzuhriah.

​Dalam sambutannya, Mayor Cpm Marsidianto menyampaikan bahwa kegiatan pemeriksaan kesehatan ini merupakan wujud kepedulian komando atas terhadap kesejahteraan dan kesiapan fisik para personil.

​"Tugas ke depan semakin kompleks, oleh karena itu kondisi fisik yang prima adalah modal utama. Melalui sinergi bersama instansi kesehatan ini, kita berharap seluruh personil, baik militer maupun PNS, dapat mendeteksi dini potensi penyakit sehingga bisa melakukan pencegahan lebih awal," ujar Kasdim.

​Untuk memberikan pelayanan yang maksimal, sebanyak 13 orang tenaga kesehatan (nakes) dari Puskesmas Deket diterjunkan langsung ke lapangan. Mereka bahu-membahu bersama 5 personil dari Polkes 05.10.08/Lamongan yang dipimpin langsung oleh Kapolkes Pelda Siswandoko.

​Pelayanan kesehatan gratis yang diberikan meliputi pemeriksaan tekanan darah, cek kadar gula darah, kolesterol, asam urat, kesehatan gigi dan mata  serta konsultasi medis langsung dengan dokter.

​Sementara itu, Kepala Puskesmas Deket, dr. Ratih Nuzuhriah, mengapresiasi langkah proaktif Kodim 0812/Lamongan dalam menjaga kesehatan anggotanya. Ia berharap sinergisitas lintas sektor seperti ini dapat terus berjalan secara berkesinambungan demi menciptakan masyarakat Lamongan yang lebih sehat.

Gerak Cepat, Babinsa Koramil 0812/04 Tikung Bantu Bersihkan Puing Rumah Nenek Gendok yang Ambruk Diterjang Angin

LAMONGAN – Deru angin kencang yang menyertai hujan deras sabtu sore  tak hanya membuat warga Desa Pengumbulanadi, Kecamatan Tikung, berhamburan mencari tempat berteduh. Angin itu juga merobohkan dapur rumah milik Mbah Gendok, 70 tahun, di Dusun Pengaron RT 003/RW 001. Minggu (17/05/2026)

Dapur bambu dan kayu yang memang sudah lapuk itu ambruk seketika sekitar pukul 18.00 WIB. Beruntung Mbah Gendok dan suaminya, Pak Sholikin, sedang berada di ruang depan sehingga selamat. Hanya peralatan masak yang ikut rusak tertimpa puing.

Belum sempat warga selesai menenangkan diri, sosok berseragam loreng sudah terlihat di lokasi. Sertu Rianto, Babinsa Koramil 0812/04 Tikung, datang kurang dari 30 menit setelah mendapat laporan. Tanpa banyak bicara, ia langsung menggulung lengan baju dan membantu warga menyingkirkan kayu, genteng pecah, dan bambu yang berserakan.

“Waktu saya datang, Mbah Gendok duduk di teras sambil menahan tangis. Rumahnya memang sudah tua, tapi itu satu-satunya tempat beliau berteduh. Kami bantu bersihkan dulu biar aman, soal bangunan nanti kita koordinasikan lebih lanjut,” kata Sertu Riono sambil mengangkat balok kayu yang basah.

Dengan dibantu warga dan perangkat desa, proses pembersihan puing berlangsung cepat. Sertu Rianto juga langsung berkoordinasi dengan tiga pilar desa dan melaporkan kejadian ke komando atas. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, kerugian hanya pada peralatan dapur.

Mbah Gendok, yang sehari-hari hidup dari hasil bertani kecil-kecilan, tak henti mengucapkan terima kasih. “Maturnuwun Pak Tentara. Kalau nunggu kami berdua, entah kapan beresnya. Pak Riono datang, hati kami jadi tenang,” ujarnya dengan suara bergetar.

Sertu Rianto memastikan Babinsa akan terus memantau kondisi Mbah Gendok dan berupaya mencarikan solusi agar rumahnya bisa diperbaiki. “Ini tugas kami. Saat warga susah, TNI harus paling depan. Nggak ada istilah menunggu perintah untuk membantu,” tegasnya.

Dari Dusun Pengaron, aksi cepat Babinsa Koramil 0812/04 Tikung kembali membuktikan bahwa kemanunggalan TNI dengan rakyat bukan slogan. Ketika angin merobohkan dinding, kebersamaan justru menegakkannya kembali. 

90 KDKMP Lamongan Resmi Beroperasi, Terbanyak di Indonesia Saat Launching Nasional

LAMONGAN – Sebanyak 1.061Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) se-Indonesia diresmikan secara serentak oleh Presiden RI Prabowo Subianto dari Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026). Dari jumlah itu 90 KDMP dari Lamongan. Dengan peresmian ini, maka koperasi ini siap beroperasi.

Peresmian operasional KDKMP tersebut diikuti secara daring oleh Bupati Yuhronur Efendi dari KDKMP Kelurahan Sukorejo Lamongan. Dalam kesempatan itu, Pak Yes sapaan bupati Lamongan ini menyampaikan optimismenya bahwa Kabupaten Lamongan mampu menjalankan program pemerintah pusat secara maksimal.

“Ini menjadi salah satu percontohan. Saat ini sudah ada 214 gerai yang selesai dibangun dan siap dioperasikan mulai tahun ini, sementara 102 lainnya masih dalam proses pembangunan. Kami optimis seluruh program di Kabupaten Lamongan dapat berjalan sukses dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Pak Yes.

Sementara itu, Dandim 0812 Lamongan Deni Suryo Anggo Digdo menyebut Lamongan menjadi daerah dengan capaian pembangunan gerai KDKMP tertinggi sekaligus jumlah koperasi terbanyak yang siap beroperasi pada launching nasional kali ini.

Menurutnya, hingga akhir Juli mendatang ditargetkan sebanyak 329 gerai KDKMP di Lamongan dapat selesai dibangun 100 persen. Saat ini tercatat sudah ada 214 gerai yang rampung, menjadikan Lamongan sebagai wilayah dengan progres pembangunan tertinggi. “Di launching hari ini juga paling banyak dari Lamongan, yakni 90 titik Koperasi Merah Putih yang sudah siap operasional,” terang Letkol Inf Deni.

Berdasarkan data Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan Kabupaten Lamongan, total KDKMP di Lamongan mencapai 474 unit dengan target pembangunan gerai sebanyak 329 titik. 
Dari jumlah tersebut, 214 gerai telah selesai dibangun, 102 masih dalam proses pembangunan, dan 158 lainnya belum memulai pembangunan. Selain itu, masih terdapat 12 desa yang belum memiliki lahan pembangunan KDKMP.

Sebanyak 90 gerai kini telah siap dioperasikan, sementara 20 gerai lainnya disiapkan sebagai mockup atau percontohan di Kabupaten Lamongan. Untuk mendukung operasional, setiap KDKMP saat ini memiliki enam karyawan dari kebutuhan total 18 orang, terdiri atas empat personel dari PT Agrinas Pangan Nusantara dan dua usulan dari pemerintah desa setempat. 

Polres Lamongan Dalami Kasus Penipuan Modus Kencan Online, Satu Pelaku Ditangkap dan Satu DPO

LAMONGAN - Satuan Reserse Kriminal Unit PPA Polres Lamongan terus melakukan pengembangan pemeriksaan perkara tindak pidana penipuan dan atau penggelapan limpahan dari Polsek Babat.

Kasus tersebut terjadi pada Minggu, (26/04) sekitar pukul 20.50 WIB di wilayah Babat, Kabupaten Lamongan.

Korban diketahui berinisial VS (laki laki 18), warga Kecamatan Tikung, Kabupaten Lamongan.

Sementara terduga pelaku masing-masing berinisial LS (laki laki 22), warga Kecamatan Maduran, Kabupaten Lamongan yang kini berstatus DPO, serta FN (20), perempuan asal  Kecamatan Sekaran, Kabupaten Lamongan yang telah ditangkap petugas.

Kasat Reskrim AKP Rizky Akbar Kurniadi melalui Kasihumas IPDA M. Hamzaid, S.Pd menjelaskan, peristiwa bermula saat korban membuat janji bertemu dengan seorang perempuan yang mengaku bernama “Billa” di utara Perempatan Sawongaling, Babat.

Setelah bertemu, korban diajak berbincang di depan Ponpes Jalan Pramuka.

"Dalam pertemuan tersebut, pelaku FN meminjam sepeda motor milik korban berupa Yamaha NMAX warna putih dengan alasan hendak menjemput temannya di sebelah timur lokasi." jelasnya.

Korban kemudian ditinggal sendirian. Setelah menunggu cukup lama, korban mencoba menghubungi nomor WhatsApp pelaku, namun sudah tidak aktif dan korban juga diblokir.

"Merasa menjadi korban penipuan dan penggelapan, korban kemudian melapor ke Polsek Babat. Akibat kejadian tersebut korban mengalami kerugian materiil sebesar Rp20 juta." lanjutnya.

Dari hasil pemeriksaan korban dan sejumlah saksi, diketahui bahwa aksi tersebut telah direncanakan sebelumnya oleh LS.

Pelaku LS disebut membuat akun Instagram bernama @nabila untuk mencari target korban.

Komunikasi kemudian dilanjutkan melalui DM Instagram dan WhatsApp.

Untuk meyakinkan korban, LS meminta FN yang merupakan istrinya untuk mengirim pesan suara atau voice note agar korban percaya bahwa dirinya benar-benar berkomunikasi dengan seorang perempuan.

Pelaku kemudian mengajak korban bertemu dengan dalih sekadar nongkrong di warung kopi.

Korban juga diminta tidak membawa mobil dan diwajibkan menggunakan sepeda motor.

Setelah korban datang ke lokasi yang telah ditentukan di Jalan Pramuka Babat, FN menjalankan aksinya dengan meminjam sepeda motor korban menggunakan alasan menjemput teman.

Usai berhasil menguasai kendaraan, FN langsung membawa kabur sepeda motor tersebut, sementara LS membuntuti dari belakang dan mengarahkan kendaraan ke rumah kontrakan mereka.

Sesampainya di kontrakan, LS melepas plat nomor kendaraan dan menggunakan sepeda motor tersebut untuk aktivitas sehari-hari.

Dari hasil pemeriksaan juga terungkap bahwa FN telah dua kali diperintahkan oleh LS melakukan aksi serupa.

Aksi pertama terjadi pada tahun 2025 dan diselesaikan secara kekeluargaan, sedangkan aksi kedua terjadi pada perkara saat ini.

Petugas Polsek Babat berhasil menangkap FN di rumah kontrakannya di Kecamatan Sukodadi pada Rabu, 13 Mei 2026 sekitar pukul 15.00 WIB.

Namun sebelum penangkapan dilakukan, LS diketahui telah meninggalkan rumah kontrakan sejak pukul 09.00 WIB dengan alasan hendak menemui temannya dan hingga kini masih dalam pencarian petugas.

"Barang bukti yang berhasil disita yakni satu unit sepeda motor Yamaha NMAX warna putih tahun 2009 dengan nomor polisi W 57xx CL." tambahnya.

Atas perbuatannya, para pelaku dijerat Pasal 492 dan atau Pasal 486 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP terkait tindak pidana penipuan dan atau penggelapan.

lKapolsek Sugio Bersama Warga Bantu Evakuasi Korban Puting Beliung di Gondang Lor Lamongan

LAMONGAN - Kapolsek Sugio Polres Lamongan AKP Jinanto, S.H. bersama anggota dan masyarakat setempat bergerak cepat membantu masyarakat yang menjadi korban bencana angin puting beliung yang terjadi di Dusun Ngingkrang, Desa Gondang Lor, Kecamatan Sugio, Kabupaten Lamongan, Jumat (15/05) sore.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 16.00 WIB saat wilayah Kecamatan Sugio diguyur hujan deras disertai angin kencang.

Angin puting beliung mengakibatkan rumah milik Har (35), yang berada di Dusun Ngingkrang RT 002 RW 003 mengalami kerusakan parah hingga rata dengan tanah.

Kasihumas Polres Lamongan IPDA M. Hamzaid, S.Pd saat dikonfirmasi membenarkan adanya kejadian bencana alam tersebut.

Berdasarkan keterangan saksi di lokasi, rumah berbahan kayu jati model joglo itu tidak mampu menahan terpaan angin puting beliung yang datang secara tiba-tiba.

“Benar telah terjadi bencana angin puting beliung di wilayah Dusun Ngingkrang Desa Gondang Lor Kecamatan Sugio. Akibat kejadian tersebut rumah milik saudara Har mengalami kerusakan berat hingga roboh,” jelasnya.

Selain merusak bangunan rumah, dua unit sepeda motor milik korban juga mengalami kerusakan.

Meski demikian, dalam kejadian tersebut tidak terdapat korban jiwa. Kerugian materiil diperkirakan mencapai kurang lebih Rp150 juta.

Usai menerima laporan, Kapolsek Sugio AKP Jinanto, S.H. bersama anggota langsung mendatangi lokasi kejadian untuk membantu proses evakuasi barang-barang milik korban, serta memastikan kondisi rumah yang terdampak angin puting beliung.

Kehadiran petugas kepolisian bersama warga setempat di lokasi mendapat apresiasi dari masyarakat karena turut membantu meringankan beban korban pasca bencana.

Kamis, 14 Mei 2026

DPKH Lamongan Pastikan PMK Terkendali Jelang Iduladha, Pengawasan Hewan Kurban Diperketat

LAMONGAN - Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Lamongan memastikan kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di wilayahnya masih dalam kondisi terkendali menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah. Meski begitu, peternak dan pedagang hewan kurban diminta tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran penyakit tersebut.

Kepala DPKH Lamongan, Shofiah Nurhayati mengatakan, kasus PMK masih ditemukan pada sejumlah ternak. Namun mayoritas terjadi pada hewan yang belum mendapatkan vaksinasi maupun sapi yang baru didatangkan dari luar daerah.
“PMK saat ini masih ada, tetapi masih terkendali. Kebanyakan yang terkena adalah hewan yang belum divaksin dan berasal dari pembelian baru,” kata Shofiah kepada wartawan. 

Ia memastikan daging hewan kurban tetap aman dikonsumsi selama kondisi hewan sehat dan proses penanganannya sesuai standar kesehatan hewan. Menurutnya, ternak yang pernah terpapar PMK harus dipastikan sembuh total sebelum disembelih.
Selain itu, bagian tertentu seperti jeroan, kaki, dan area mulut harus dimasak hingga matang untuk mencegah risiko penularan penyakit. “Kalau hewan yang terkena PMK harus sembuh dulu. Untuk bagian tertentu terutama jeroan dan bagian yang sakit wajib dimasak terlebih dahulu,” ujarnya.

Untuk mencegah penyebaran PMK, DPKH Lamongan juga memperketat pengawasan lalu lintas hewan ternak yang masuk ke wilayah Lamongan. Hewan yang terindikasi sakit diwajibkan menjalani isolasi dan dipisahkan dari ternak sehat sebelum diperjualbelikan. “Hewan yang sakit harus dipisahkan dari hewan sehat karena PMK mudah menular,” jelasnya.

Selain PMK, DPKH turut mewaspadai penyakit Lumpy Skin Disease (LSD) atau lato-lato pada sapi. Hewan dengan gejala bentol-bentol diwajibkan dipotong paling akhir dan dipisahkan dari ternak sehat saat proses penyembelihan kurban.

Pengawasan kesehatan hewan kurban dilakukan melalui pemeriksaan di sejumlah titik perbatasan dan pasar hewan. Pemeriksaan dijadwalkan mulai 17 Mei di wilayah Kabuh yang berbatasan dengan Kabupaten Jombang, serta berlanjut pada 21 Mei di Balongpanggang untuk memantau lalu lintas ternak menuju Pasar Tikung.

Shofiah menambahkan, DPKH terus melakukan pengobatan pada ternak sakit serta vaksinasi terhadap hewan sehat menjelang Iduladha. Peternak diminta segera melapor apabila menemukan ternak yang menunjukkan gejala penyakit. “Kami terus melakukan pengobatan dan vaksinasi. Peternak juga kami minta segera melapor jika ada sapi sakit agar segera ditangani,” pungkasnya.

Diduga Sopir Mengantuk, Truk Pengangkut Sabun Terguling di Jalur Babat Lamongan

LAMONGAN – Kecelakaan tunggal terjadi di jalur nasional Desa Kebalandono, Kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan, Kamis (14/5/2026). Sebuah truk bermuatan sabun terguling usai sopir diduga mengalami microsleep saat berkendara.

Peristiwa tersebut sempat membuat arus lalu lintas tersendat karena badan truk menutup sebagian jalan. Petugas Satlantas Polres Lamongan pun langsung melakukan pengamanan dan pengaturan arus kendaraan dengan sistem buka tutup satu jalur.

Kanit Gakkum Satlantas Polres Lamongan, Iptu Debhi S mengatakan, truk bernopol G 9483 OF itu melaju dari arah Surabaya menuju Babat atau arah barat. Namun setibanya di lokasi kejadian, kendaraan tiba-tiba oleng dan berpindah ke jalur berlawanan.
“Pengakuan sopir mengalami microsleep atau mengantuk, kemudian kendaraan berpindah jalur hingga akhirnya terguling,” ujar Iptu Debhi di lokasi kejadian.
Truk yang diketahui hendak menuju Tegal, Jawa Tengah itu akhirnya roboh di tepi jalan dengan muatan sabun berserakan. Meski demikian, tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan tersebut.
“Korban jiwa nihil, kerugian hanya materiil,” tambahnya.

Sopir truk, Rizki Maulana, warga Kecamatan Wanasari, Kabupaten Brebes, mengaku dirinya tidak sadar saat kendaraan mulai oleng. Saat itu ia tengah mengantar muatan sabun dari Gresik menuju gudang di Tegal.
“Saya tiba-tiba ngantuk, terus banting setir ke kanan dan truk oleng. Pas sadar kendaraan sudah terguling,” ungkap Rizki.

Saat kejadian, Rizki ditemani seorang kernet dan keduanya berhasil selamat tanpa mengalami luka serius.

Kecelakaan tersebut menarik perhatian warga sekitar dan pengguna jalan yang melintas. Sejumlah warga tampak membantu proses evakuasi kendaraan bersama petugas kepolisian.

Hingga kini, polisi masih melakukan pendataan dan penyelidikan lebih lanjut terkait penyebab pasti kecelakaan, sementara proses evakuasi truk terus dilakukan agar arus lalu lintas kembali normal.