LAMONGAN | BERITAKINI.ID – Bupati Lamongan Yuhronur Efendi menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Lamongan untuk memperkuat pengelolaan keuangan daerah melalui Rancangan Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2026.
RAPAT PARIPURNA - Bupati Lamongan Yuhronur Efendi menyampaikan jawaban atas pandangan umum fraksi DPRD terhadap Raperda Perubahan APBD 2026. (ist)
Hal tersebut disampaikan Bupati yang akrab disapa Pak Yes dalam Rapat Paripurna Penyampaian Jawaban Bupati atas Pandangan Umum Fraksi-Fraksi DPRD terhadap Raperda Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026, Kamis (10/9/2026), di Ruang Rapat Paripurna Gedung DPRD Kabupaten Lamongan.
Dalam jawaban eksekutif, Pak Yes menegaskan berbagai masukan dari fraksi-fraksi DPRD menjadi bagian penting dalam penyempurnaan kebijakan anggaran. Fokusnya mencakup optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD), menjaga kualitas pelayanan publik, serta memastikan program pembangunan tetap menjawab kebutuhan masyarakat.
“Penguatan Pendapatan Asli Daerah menjadi salah satu upaya penting untuk memperkuat kemandirian fiskal, dengan tetap memperhatikan ketepatan perencanaan,” tegas Pak Yes.
Untuk mengoptimalkan PAD, Pemkab Lamongan terus mendorong digitalisasi pelayanan pajak dan retribusi, pemutakhiran basis data objek dan subjek pajak melalui Sistem Informasi Geografis, optimalisasi penagihan PBB-P2, peningkatan pengawasan pajak, hingga pengelolaan aset daerah.
Pemerintah daerah juga memperluas kerja sama dengan lembaga penelitian untuk mengkaji berbagai potensi pajak dan sumber PAD lainnya.
Di sektor pertanian dan ketahanan pangan, Pemkab Lamongan bersama kementerian teknis serta stakeholder terkait melakukan berbagai langkah terpadu. Upaya tersebut disebut berhasil menyelamatkan 93 persen lahan padi yang terdampak kekeringan pada Musim Tanam II.
Pemerintah juga memperoleh tambahan alokasi pupuk urea untuk persiapan Musim Tanam III dan tanaman jagung di wilayah persil hutan. Selain itu, subsidi premi asuransi pertanian dialokasikan untuk membantu mengurangi risiko usaha tani.
Sementara di sektor ekonomi, Pemkab Lamongan terus mendorong terciptanya iklim investasi yang kondusif dengan tetap memperhatikan kepentingan masyarakat. Koordinasi lintas sektor melalui Forum Penataan Ruang dilakukan sejak tahap awal untuk mengkaji rencana pemanfaatan lahan, termasuk aspek lingkungan, kesesuaian tata ruang, hingga potensi gesekan sosial.
Penguatan UMKM juga dilakukan melalui fasilitasi permodalan, legalitas usaha, bantuan alat bagi wirausaha baru, peningkatan kualitas produk dan kemasan, serta perluasan akses pemasaran.
Di bidang pendidikan, Pemkab Lamongan terus meningkatkan kualitas sarana prasarana dan mutu peserta didik. Program pendidikan berkualitas dan gratis bagi keluarga kurang sejahtera melalui Beasiswa Perintis diarahkan agar tepat sasaran dengan menggunakan DTSEN sebagai salah satu dasar penetapan penerima.
Di bidang kesehatan, pemerintah daerah memperluas akses pelayanan melalui pembiayaan peserta bantuan iuran daerah bagi masyarakat yang belum tercakup BPJS Kesehatan maupun peserta PBI-JK yang tidak aktif.
RAPAT PARIPURNA - Bupati Lamongan Yuhronur Efendi dan Ketua DPRD setempat Freddy Wahyudi, saat usai rapat paripurna, di gedung DPRD setempat, Kamis (10/9/2026). (ist)
Pemerataan fasilitas kesehatan juga terus diperkuat. Di antaranya melalui pendirian RSUD Ki Ageng Brondong pada 2025 dan Puskesmas Kusuma Bangsa pada 2026. Saat ini, seluruh fasilitas pelayanan kesehatan yang terdiri dari 32 puskesmas dan 4 RSUD telah terakreditasi.
Penguatan perlindungan sosial turut menjadi perhatian Pemkab Lamongan. DTSEN digunakan sebagai acuan dalam verifikasi dan penyaluran bantuan sosial, disertai pembaruan data secara berkelanjutan agar bantuan semakin tepat sasaran.
Masyarakat yang menemukan ketidaksesuaian data dapat mengajukan pembaruan atau sanggahan melalui operator desa, aplikasi Cek Bansos, maupun Dinas Sosial.
“Seluruh kebijakan pembangunan harus tetap diarahkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat, memperkuat kemandirian daerah, serta menjaga keberlanjutan pelayanan publik,” pungkas Pak Yes.
Editor: Beritakini.id


Tidak ada komentar:
Posting Komentar