LAMONGAN | BERITAKINI.ID – Siswa-siswi TK Kartika 46 mengikuti kegiatan edukatif berbasis project-based learning (PBL) di Desa Balun, Kecamatan Turi, Kabupaten Lamongan. Desa yang dikenal sebagai “Desa Pancasila” tersebut menjadi lokasi pembelajaran luar kelas untuk mengenalkan keberagaman, toleransi, dan persatuan sejak usia dini.
BELAJAR TOLERANSI - Siswa TK Kartika 46 mengikuti pembelajaran berbasis proyek dengan mengunjungi sejumlah tempat ibadah di Desa Pancasila Balun, Lamongan. (ist)
Melalui pendekatan PBL, anak-anak tidak hanya menerima pembelajaran secara teori di dalam kelas, tetapi diajak berinteraksi langsung dengan lingkungan sosial yang mencerminkan kehidupan harmonis dalam keberagaman. Para siswa diberi kesempatan untuk mengamati, bertanya, sekaligus merasakan secara langsung nilai kebersamaan di tengah perbedaan agama.
Kegiatan diawali dengan mengajak para siswa berkeliling mengunjungi sejumlah rumah ibadah yang berdiri berdampingan di pusat Desa Balun. Tempat ibadah yang dikunjungi meliputi Masjid Miftahul Huda, Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW) Balun, dan Pura Sweta Maha Suci.
Di setiap tempat ibadah, para siswa mendapat sambutan dari tokoh agama setempat. Anak-anak diberikan penjelasan sederhana mengenai cara menghormati rumah ibadah agama lain, simbol-simbol keagamaan, serta pentingnya menjaga kerukunan antarumat beragama.
Kepala TK Kartika 46, Renny, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari pembelajaran berbasis proyek yang menitikberatkan pada pembentukan karakter anak. Menurutnya, pemahaman tentang Pancasila dan kebinekaan perlu ditanamkan sejak dini sebelum anak-anak memasuki jenjang pendidikan yang lebih tinggi.
“Melalui kegiatan di Desa Pancasila ini, kami ingin menanamkan fondasi karakter yang kuat pada anak-anak. Kerukunan bukan sekadar hafalan Pancasila, melainkan praktik nyata dalam kehidupan sehari-hari. Kami berharap mereka tumbuh menjadi pribadi yang toleran dan menghargai perbedaan,” ujar Renny.
Ketua Persit KCK Cabang XXVII Dim 0812 Lamongan, Ny. Putri Deni, selaku Ketua Yayasan, turut memberikan apresiasi terhadap kegiatan tersebut. Menurutnya, pembelajaran di Desa Pancasila dapat menjadi bekal sekaligus menambah wawasan generasi penerus sejak usia dini.
“Ini merupakan kegiatan yang sangat mendidik generasi muda dalam memberikan wawasan sejak usia dini,” ungkap Ny. Putri Deni.
Apresiasi juga disampaikan pihak pengelola Desa Pancasila Balun. Perwakilan tokoh masyarakat setempat menyambut positif antusiasme siswa TK Kartika 46 yang belajar langsung mengenai keberagaman di lingkungan desa mereka.
“Kami sangat senang menerima kunjungan dari anak-anak TK Kartika 46. Menanamkan nilai toleransi sejak usia dini adalah langkah yang sangat tepat, dan Desa Balun selalu terbuka untuk menjadi wadah belajar keberagaman bagi generasi muda,” ungkap salah satu tokoh masyarakat Desa Balun.
Selama kegiatan berlangsung, para siswa tampak antusias mengamati arsitektur berbagai tempat ibadah dan mencatat hal-hal menarik dalam lembar aktivitas proyek. Pendampingan guru dan orang tua turut memastikan kegiatan berjalan tertib, aman, dan menyenangkan.
Melalui kegiatan tersebut, TK Kartika 46 berharap dapat terus menghadirkan inovasi pembelajaran yang relevan dengan pembentukan karakter dan nilai-nilai Profil Pelajar Pancasila. Kegiatan kemudian ditutup dengan foto bersama di area alun-alun Desa Balun sebagai simbol keharmonisan masyarakat dalam keberagaman.
Editor: Beritakini.id

Tidak ada komentar:
Posting Komentar