LAMONGAN | BERITAKINI.ID – Pemerintah Kabupaten Lamongan terus mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi digital guna memperluas pasar dan meningkatkan daya saing usaha.
Hal tersebut disampaikan Bupati Lamongan Yuhronur Efendi saat membuka kegiatan Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU) Akbar Nasabah PNM Cabang Lamongan di Aula Gajah Mada Lantai 7 Gedung Pemerintah Kabupaten Lamongan, Rabu (21/10/2026).
Bupati yang akrab disapa Pak Yes menuturkan, keberhasilan usaha tidak hanya bergantung pada modal, tetapi juga kemampuan pelaku usaha dalam mengembangkan kapasitas dan menjaga keberlangsungan bisnis di tengah perubahan iklim usaha.
“Dalam berusaha, bukan hanya modal yang penting, tetapi juga bagaimana kita menjaga kelangsungan usaha ke depannya. Sekarang iklim usaha sudah berubah. Ada e-commerce, Shopee, TikTok Shop, hingga fitur keranjang kuning yang bisa dimanfaatkan untuk menjangkau konsumen lebih luas,” tutur Pak Yes.
Orang nomor satu di Lamongan itu mengajak para pelaku UMKM, khususnya nasabah PNM dan ULaMM, untuk terus belajar dan memahami perkembangan ekosistem bisnis digital. Pemanfaatan teknologi dinilai dapat membantu memperluas jangkauan pemasaran, menambah pelanggan, sekaligus meningkatkan peluang usaha.
Berdasarkan data hingga Oktober 2026, jumlah UMKM di Kabupaten Lamongan mencapai 157.740 UMKM. Sepanjang 2026, sebanyak 450 UMKM telah mendapatkan pembinaan.
Pembinaan tersebut antara lain mencakup packaging yang menarik, fotografi produk, serta berbagai keterampilan lain yang mendukung pemasaran secara digital.
Pemkab Lamongan juga terus memfasilitasi legalitas usaha untuk meningkatkan kepercayaan konsumen sekaligus memperluas akses pasar. Dari sisi legalitas, tercatat sebanyak 56.153 Nomor Induk Berusaha (NIB) telah terbit, disertai 18.004 sertifikasi halal, 30 izin dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), serta sembilan Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) yang terbit pada 2026.
Selain itu, Pemkab Lamongan telah memfasilitasi HAKI bagi 40 pelaku usaha dan 154 sertifikat Produksi Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT).
Melalui sinergi pemerintah daerah, PNM, dan berbagai pemangku kepentingan, penguatan kapasitas serta legalitas usaha diharapkan semakin mendorong UMKM Lamongan tumbuh, berdaya saing, dan naik kelas di era digital.
Sementara itu, Pemimpin Cabang PNM Lamongan Budianto menyampaikan, PKU Akbar merupakan bagian dari rangkaian pendampingan untuk meningkatkan kapasitas nasabah. Kegiatan tersebut diikuti sekitar 200 peserta yang terdiri atas nasabah PNM, ULaMM, serta pelaku UMKM binaan Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Lamongan.
“Melalui berbagai pelatihan dan pendampingan, kami berharap ibu-ibu mendapatkan manfaat nyata, mampu mengembangkan usahanya, dan menjadi pengusaha yang tangguh menghadapi berbagai tantangan,” ungkap Budianto dalam kegiatan yang mengusung tema “Berdaya Bersama, Berdampak Nyata” tersebut.
Editor: Beritakini.id

Tidak ada komentar:
Posting Komentar