LAMONGAN | BERITAKINI.ID – Hamparan tanaman padi di Dusun Kudu, Desa Weduni, Kecamatan Deket, Kabupaten Lamongan mulai menguning. Di tengah harapan akan datangnya panen yang melimpah, warga menggelar tradisi wiwitan sebagai ungkapan syukur sekaligus doa agar hasil yang diperoleh para petani membawa keberkahan.
WIWITAN BERSAMA - Warga Dusun Kudu, Desa Weduni, Kecamatan Deket, Lamongan menggelar tasyakuran wiwitan menjelang panen padi, Senin (5/10/2026). (Ist)
Tasyakuran wiwitan bersama tersebut digelar di timur jalan dusun, Senin (5/10/2026). Bagi masyarakat setempat, wiwitan atau memulai merupakan tradisi sebagai penanda dimulainya pemotongan padi sebelum seluruh tanaman dipanen.
Wiwitan bersama kali ini menjadi yang pertama digelar warga Dusun Kudu. Sebelumnya, tradisi tersebut lebih banyak dilakukan secara mandiri oleh masing-masing keluarga di rumah dengan membuat tumpeng dan mengundang tetangga sekitar.
Meski harus berlangsung di tengah terik matahari pagi tanpa tenda, suasana tasyakuran tetap berlangsung meriah dan penuh kebersamaan. Warga berkumpul, berdoa, sekaligus menyambut datangnya musim panen yang telah lama dinantikan.
Kepala Desa (Kades) Weduni Yasin turut hadir bersama sejumlah petugas dari Bengawan Jeruk. Acara diawali sambutan Kadin Suprapto selaku wakil ketua panitia wiwitan bersama, kemudian dilanjutkan istighotsah dan pembacaan tahlil yang dipimpin Ustaz Khunen.
Puncak acara diwarnai makan bersama dengan menu sate dan gulai kambing yang telah disiapkan panitia. Untuk membuat wiwitan bersama semakin meriah, panitia sengaja menyembelih seekor kambing yang diperoleh dari sejumlah donatur.
"Mudah-mudahan wiwit tahun depan semakin meriah. Kalau bisa tidak hanya potong kambing, tapi sapi," tutur Hariyanto penuh semangat.
Bagi warga, wiwitan bukan sekadar tradisi menjelang panen. Di dalamnya tersimpan rasa syukur atas perjuangan panjang para petani sejak menanam hingga menunggu bulir-bulir padi menguning.
Kadin Suprapto mengatakan, wiwitan bersama digelar sebagai bentuk ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT. Sebab, perjalanan menuju panen bukan perkara mudah. Para petani harus menghadapi berbagai tantangan, mulai dari penyakit tanaman hingga memastikan ketersediaan air agar tanaman padi tetap tumbuh dan terhindar dari ancaman gagal panen.
Karena itu, Kadin Suprapto menyampaikan terima kasih kepada para petugas dari Bengawan Jeruk yang selama ini bekerja menjaga kebutuhan air bagi lahan pertanian.
Menurutnya, berkat kerja keras tersebut, kebutuhan air para petani Weduni, khususnya petani Dusun Kudu, tetap tercukupi hingga memasuki musim panen.
"Alhamdulillah, karena prinsipnya semua petani harus bisa panen," tutur Kadin Suprapto yang juga Kaur Kesrah Pemdes Weduni tersebut.
Dalam kesempatan itu, Kadin Suprapto juga mengingatkan para petani agar setelah panen segera melunasi Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Menurutnya, pembayaran PBB turut mendukung keberlangsungan pembangunan.
"Tolong nanti setelah panen PBB untuk segera dilunasi untuk mendukung pembangunan," kata Kadin mengingatkan.
Usai tasyakuran wiwitan bersama, kegiatan dilanjutkan dengan panen perdana pada Selasa (6/10/2026), yang dimulai dari tambak milik H. Zaeni. Rencananya, dua mesin kombi akan didatangkan untuk membantu proses panen.
Di balik hamparan padi yang mulai menguning, para petani kini menaruh harapan. Mereka berharap cuaca tetap bersahabat hingga seluruh panen selesai. Sebab, hujan yang turun terlalu dini dikhawatirkan memengaruhi harga jual gabah.
Wiwitan pun menjadi penanda bahwa penantian panjang segera berujung. Dari doa, kebersamaan, dan kerja keras para petani, terselip harapan sederhana: panen melimpah, harga gabah tetap tinggi, dan rezeki yang datang membawa keberkahan bagi seluruh warga.
Editor: Beritakini.id

Tidak ada komentar:
Posting Komentar