LAMONGAN | BERITAKINI.ID – Kabupaten Lamongan menjadi tuan rumah Expo, Rapat Kerja Nasional (Rakernas), dan Lomba Nasional MA Plus Keterampilan serta Madrasah Aliyah Kejuruan Negeri (MAKN) se-Indonesia atau Extranas ke-8 Tahun 2026.
PEMBUKAAN EXTRANAS - Bupati Lamongan saat hadiri pembukaan Extranas ke-8 Tahun 2026, di GOR Lamongan dan diikuti madrasah dari berbagai daerah di Indonesia. (ist)
Kegiatan nasional tersebut resmi dibuka di GOR Lamongan, Jumat (11/9/2026), dengan diikuti peserta dari berbagai daerah di Indonesia. Extranas digelar sebagai ajang untuk meningkatkan kualitas pendidikan madrasah aliyah, menguji kompetensi siswa, sekaligus memperkenalkan budaya lokal dari masing-masing daerah.
Ketua Panitia Extranas ke-8 sekaligus Kepala MAN 1 Lamongan, Nur Endah Mahmudah, mengatakan kesuksesan kegiatan tersebut tidak lepas dari dukungan berbagai pihak, mulai Pemerintah Kabupaten Lamongan, Kementerian Agama, hingga seluruh tim kepanitiaan.
“Ini adalah amanah yang luar biasa bagi saya dengan ditugasi untuk menyukseskan Extranas. Alhamdulillah, kesuksesan ini tentunya bukan dari saya, tetapi dari tim yang luar biasa mendukung, dari pemerintah daerah, kementerian, dan teman-teman saya yang luar biasa,” ujarnya.
Nur Endah menjelaskan, Extranas ke-8 tidak hanya menghadirkan perlombaan secara langsung, tetapi juga sejumlah kompetisi yang dilaksanakan secara daring. Peserta kegiatan terdiri dari guru, siswa, serta lembaga MA Plus Keterampilan dan MAKN.
Untuk kategori guru, salah satu kompetisi yang digelar adalah lomba inovasi guru. Sementara untuk kategori siswa, perlombaan disesuaikan dengan bidang keterampilan yang menjadi ciri khas MA Plus Keterampilan, seperti tata busana, elektro, dan tata boga.
Selain itu, terdapat lomba video profil yang menjadi sarana untuk memperkenalkan program unggulan madrasah kepada peserta dari berbagai daerah.
Nur Endah berharap Extranas tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga mampu memperkuat tujuan pendidikan MA Plus Keterampilan dalam membekali peserta didik menghadapi kehidupan setelah menyelesaikan pendidikan.
“Harapannya ke depan anak-anak kami yang di MA Plus Keterampilan betul-betul menjadi anak-anak yang siap dalam hidup, karena dibekali life skill dan hard skill,” pungkasnya.
Bupati Lamongan Yuhronur Efendi menyampaikan apresiasi dan terima kasih karena Kabupaten Lamongan dipercaya menjadi tuan rumah kegiatan berskala nasional tersebut. Menurutnya, kepercayaan itu menjadi kehormatan sekaligus peluang bagi Lamongan untuk memperkenalkan berbagai potensi daerah.
Pak Yes, sapaan akrab Yuhronur Efendi, mengatakan Extranas sebelumnya telah digelar di sejumlah kota di Indonesia. Karena itu, pelaksanaan di Lamongan diharapkan tidak hanya menjadi ajang kompetisi dan pertemuan antarpelajar madrasah, tetapi juga memberikan dampak positif bagi daerah.
Menurutnya, salah satu manfaat penting kegiatan tersebut adalah terbangunnya interaksi sosial antarpeserta dari berbagai wilayah. Pertukaran pengalaman dan pengetahuan diharapkan dapat memperluas wawasan sekaligus memperkuat jejaring antarmadrasah.
“Dengan kegiatan ini kami yakin akan memberikan dampak atau multiplier effect yang baik bagi Kabupaten Lamongan, khususnya dalam interaksi sosial. Tentu nanti ada sharing knowledge, saling tukar pengalaman dan banyak hal lagi,” kata Pak Yes.
Selain manfaat di bidang pendidikan dan sosial, Bupati menilai kehadiran peserta dan pendamping dari berbagai daerah juga memberikan efek berganda terhadap perekonomian lokal. Sejumlah sektor usaha masyarakat, seperti penginapan, toko, dan kuliner, turut merasakan dampak meningkatnya aktivitas selama kegiatan berlangsung.
Extranas ke-8 diikuti peserta dari 19 provinsi di Indonesia. Sejumlah daerah yang turut berpartisipasi di antaranya Bali, Gorontalo, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Selatan.
Secara keseluruhan, kegiatan nasional tersebut melibatkan 137 lembaga negeri maupun swasta MA Plus Keterampilan yang berasal dari berbagai wilayah Indonesia.
Editor: Beritakini.id

Tidak ada komentar:
Posting Komentar