BERITA TERKINI
Memuat berita terkini...

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru...

Kamis, 10 September 2026

Institut Sabilillah Jadi Mitra Strategis Lamongan

Pak Yes Dorong Kampus Perkuat SDM, Teknologi dan Ekonomi Syariah

LAMONGAN | BERITAKINI.ID – Institut Sabilillah Lamongan dinilai menjadi mitra strategis Pemerintah Kabupaten Lamongan dalam memperkuat pembangunan daerah melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM). Hal tersebut disampaikan Bupati Lamongan Yuhronur Efendi saat mengisi kuliah umum Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan Institut Sabilillah Lamongan, Rabu (9/9/2026).

KULIAH UMUM - Bupati Lamongan Yuhronur Efendi saat usai mengisi kuliah umum Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan Institut Sabilillah Lamongan. (ist)

Bupati yang akrab disapa Pak Yes tersebut mengapresiasi hadirnya perguruan tinggi baru di Lamongan. Menurutnya, semakin banyak perguruan tinggi akan semakin memperkuat ekosistem pendidikan sekaligus memiliki korelasi dengan kemajuan daerah.

“Selamat dan sukses. Saya berharap Institut Sabilillah Lamongan dapat memberikan kontribusi besar dalam pembangunan di Kabupaten Lamongan. Hadirnya Institut Sabilillah tentu akan membangkitkan pengembangan SDM untuk kemajuan daerah Lamongan,” tutur Pak Yes.

Kuliah umum tersebut sekaligus menjadi kegiatan perdana bagi mahasiswa Institut Sabilillah Lamongan. Pak Yes berharap mahasiswa angkatan pertama mampu menjadi motor penggerak dan lokomotif kemajuan institut pada masa mendatang.

Menurutnya, perguruan tinggi tidak hanya menjadi ruang untuk menambah pengetahuan, tetapi juga tempat membangun kemampuan berpikir, mengambil keputusan, beradaptasi dan terus belajar menghadapi perubahan.

Perubahan dunia saat ini berlangsung sangat cepat, mulai dari teknologi, geopolitik, ekonomi, geografi hingga lingkungan. Salah satu perubahan besar adalah perkembangan teknologi artificial intelligence (AI) yang telah memengaruhi cara manusia berinteraksi, mengambil keputusan, memperoleh pengetahuan, memberikan pelayanan hingga melakukan transaksi.

Karena itu, Pak Yes mendorong mahasiswa mampu mengintegrasikan teknologi, memanfaatkan data dan menciptakan nilai tambah. Skill dan karakter, menurutnya, menjadi bekal penting dalam menghadapi perubahan dunia kerja.

“Persoalan kita saat ini bukan hanya mendapatkan pekerjaan, tetapi bagaimana terus belajar mengikuti perubahan tuntutan pekerjaan. Ke kampus bukan hanya menambah pengetahuan, tetapi belajar berpikir, mengambil keputusan dan terus belajar,” terangnya.

Lamongan, lanjut Pak Yes, memiliki modal besar dalam menghadapi perubahan tersebut. Dari sekitar 1,3 juta penduduk Lamongan, sekitar 69,10 persen berada pada usia produktif. Kondisi itu menjadi kekuatan menghadapi bonus demografi apabila didukung keterampilan dan pendidikan berkualitas.

Lamongan juga memiliki kekuatan ekonomi berbasis sektor agro, perhutanan, perikanan dan pertanian yang berkontribusi sekitar 30 persen terhadap PDRB Lamongan.

“Kabupaten Lamongan memiliki potensi besar, kondisi ini akan lebih bagus jika kita mampu menerapkan pemanfaatan teknologi digital. Yang penting dari pembangunan adalah pemberdayaan, bukan hanya meningkatkan pendapatan, tetapi juga mengasah dan memperluas skill masyarakat,” jelasnya.

Pak Yes juga melihat peluang yang beririsan dengan nilai keilmuan Institut Sabilillah, salah satunya ekonomi syariah. Menurutnya, ekonomi syariah kini berkembang luas, tidak hanya pada sektor lembaga keuangan, tetapi juga fashion, wisata, UMKM hingga industri halal.

“Ketika nilai Islam, kebutuhan pasar dan teknologi digabungkan, ini bisa memberikan manfaat sekaligus membuka kesempatan,” ungkapnya.

Pak Yes mendorong Institut Sabilillah Lamongan menjadi ruang kolaborasi dalam menciptakan nilai baru bagi masyarakat melalui pendekatan pentahelix dengan melibatkan pemerintah, perguruan tinggi, masyarakat, dunia usaha dan berbagai unsur lainnya.

Sementara itu, Rektor Institut Sabilillah Lamongan Abdul Jamil mengatakan kampus tersebut berdiri dan memperoleh izin penyelenggaraan dari Kementerian Agama pada 18 Juni 2026.

Pada tahun pertama penyelenggaraan, Institut Sabilillah Lamongan telah membuka sejumlah fakultas, di antaranya Fakultas Ekonomi Islam, Fakultas Syariah, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, serta Fakultas Ushuluddin.

“Yang sudah mendaftar ada kurang lebih 300 mahasiswa sesuai dengan kapasitas kita di tahun pertama,” terang Abdul Jamil.

Ketua Yayasan Sabilillah Ongki Wijaya Ismail Putra mengatakan, meski menjadi kampus baru, Institut Sabilillah Lamongan berkomitmen mengedepankan kualitas, integritas dan kejujuran dalam proses pendidikan.

“Institusi ini kami bangun bukan sekadar sebagai tempat belajar, tetapi benar-benar menekankan kualitas, integritas dan kejujuran. Kami berharap proses perkuliahan dapat berjalan maksimal dan menghasilkan alumni berkualitas,” ujarnya.

Mengusung moto “Religius dan Entrepreneurship”, Institut Sabilillah Lamongan tidak hanya membekali mahasiswa dengan ilmu agama, tetapi juga mendorong kegiatan yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat. Mahasiswa diharapkan tidak hanya berdaya secara akademis, tetapi juga mampu menjadi penggerak kesejahteraan masyarakat.

Editor: Beritakini.id

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Headline Utama (V4 hidden)

<h1 style="color:#0B3D91;">Perempuan Ditemukan Meninggal di Dalam Kamar Rumah di Paciran Lamongan</h1> <h2 style="color:#D71920; font-size:30px;">Polisi Olah TKP dan Selidiki Penyebab Kematian</h2>

LAMONGAN | BERITAKINI.ID – Seorang perempuan ditemukan meninggal dunia di dalam kamar sebuah rumah di Desa Tlogosadang, Kecamatan Paciran, ...

Berita Terpopuler (V4 hidden)