LAMONGAN | BERITAKINI.ID – Memiliki TPST (Tempat Pengolahan Sampah Terpadu) menjadi hal penting bagi sebuah wilayah. Keberadaan TPST dapat menjadi solusi dalam mengatasi krisis penumpukan sampah sekaligus menjadi upaya menjaga kelestarian lingkungan.
TPST DADAPAN - Pembangunan TPST Dadapan di Kecamatan Solokuro, Lamongan, terus berjalan dengan kapasitas pengolahan sampah yang direncanakan mencapai 50 ton per hari. (Ist)
TPST berfungsi sebagai filter agar hanya sampah residu yang masuk ke TPA (Tempat Pembuangan Akhir), sehingga mampu mengurangi beban TPA yang mengalami overcapacity.
Selain itu, pengolahan sampah di TPST dapat mencegah pencemaran lingkungan dengan mengurangi gas metana dan air lindi, yakni cairan yang dihasilkan dari proses pembusukan sampah.
TPST juga dapat mengubah sampah menjadi sumber ekonomi dan energi, seperti kompos, RDF (bahan bakar alternatif), serta material daur ulang. Keberadaannya sekaligus dapat meningkatkan kesehatan dan kenyamanan masyarakat dengan mengurangi tumpukan sampah.
Di Lamongan, hingga saat ini terdapat dua TPST berskala besar, yakni TPST Samtaku Lamongan di Tambakrigadung dengan kapasitas pengolahan sampah hingga 60 ton per hari, serta TPST Dadapan Solokuro yang saat ini masih dalam proses pembangunan dengan kapasitas pengolahan sebesar 50 ton per hari.
TPST Dadapan yang masih dalam proses pembangunan atau on progress sekitar 35 persen berdasarkan data Dinas Lingkungan Hidup Lamongan, direncanakan memiliki bangunan TPST, bangunan penunjang IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah), dan landfill.
TPST Dadapan nantinya diperkirakan mampu menyerap tenaga kerja sekitar 30 hingga 35 orang dari Solokuro dan sekitarnya. Hasil pengolahannya berupa RDF serta MDU atau material daur ulang.
“Alhamdulillah TPST ini akan dibangun dengan teknologi yang modern, sehingga dapat lebih mudah dalam pemilahan sampah. Sampah masuk langsung dipilah. Sampah di Lamongan ini dapat mengurangi beban, karena kapasitasnya 50 ton per hari. Semoga ini dapat memberi keberkahan dan kemanfaatan bagi masyarakat di Kabupaten Lamongan,” harap Bupati Lamongan Yuhronur Efendi.
Editor: Beritakini.id

Tidak ada komentar:
Posting Komentar