BERITA TERKINI
Memuat berita terkini...

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru...

Rabu, 09 September 2026

Anies Tinjau Pembangunan Jembatan Kalitengah-Turi

Hadapi Tanah Sedimentasi dan Banjir, Jembatan 55 Meter Dibangun dengan Gotong Royong

Anies Baswedan Tinjau Pembangunan Jembatan Kalitengah-Turi, Hadapi Tantangan Tanah Sedimentasi dan Banjir

LAMONGAN | BERITAKINI.ID – Anies Baswedan melihat langsung progres pembangunan jembatan yang menghubungkan Kecamatan Kalitengah dan Kecamatan Turi, Kabupaten Lamongan. Ia menyebut pembangunan jembatan tersebut menghadapi tantangan cukup besar, terutama kondisi wilayah yang kerap dilanda banjir serta karakteristik tanah di sekitar lokasi.

TINJAU JEMBATAN - Anies Baswedan meninjau progres pembangunan jembatan yang menghubungkan wilayah Kecamatan Kalitengah dan Turi, Lamongan. (ist)

Anies mengatakan, berdasarkan cerita masyarakat setempat, kawasan tersebut selama ini menjadi wilayah yang sering mengalami banjir. Kondisi sungai yang terlihat kecil saat musim kemarau, menurutnya, berubah drastis ketika musim hujan tiba.

“Kalau menurut cerita yang kami terima dari masyarakat setempat, itu tidak pernah berhenti banjir. Dan ketika melihat sungai tadi, ini kan musim kering, sangat kering. Jadi sungainya kecil. Tapi mereka semua cerita, nanti kalau sudah musim hujan, itu menjadi sebuah areal yang bentangan sungainya itu lebar,” kata Anies.

Ia menyebut jembatan yang dibangun memiliki bentang sekitar 55 meter. Tantangan lainnya adalah kondisi tanah di kanan dan kiri jembatan yang merupakan tanah hasil sedimentasi sehingga memiliki karakter lembek.

“Tanah di kanan kiri jembatan itu tanah hasil sedimentasi sehingga lembek. Efeknya, teman-teman tadi menceritakan harus menggunakan pancang yang dalam sampai 25 meter,” ujarnya.

Gotong Royong Bersama Warga

Anies menjelaskan, pembangunan jembatan tersebut dilakukan melalui gerakan gotong royong dengan melibatkan berbagai pihak, mulai dari orang-orang yang memiliki pengetahuan dan kemampuan teknis, penyediaan material, hingga masyarakat setempat.

Menurutnya, pembangunan tidak berhenti pada penyediaan material maupun tenaga ahli, tetapi dilakukan bersama warga hingga proses pembangunan selesai.

“Dalam program ini kami lakukan gerakan gotong royong. Aksi bersama datang dengan membawa pengetahuan, lalu orang-orang yang memiliki kemampuan membangun, material, tapi nanti pembangunannya bersama dengan warga,” jelasnya.

Ia mengatakan pola gotong royong tersebut menjadi bagian dari model pembangunan jembatan yang dilakukan di berbagai daerah.

“Gotong royong dengan warga setempat sampai di ujung proses. Gotong royong ini selalu kita kerjakan di manapun kita membangun jembatan,” katanya.

Warga Antusias

Anies juga mengaku terkejut melihat antusiasme masyarakat ketika dirinya datang meninjau lokasi. Warga dari dua desa yang berada di seberang sungai berkumpul untuk menyambut kedatangannya.

“Saya malah nggak mengira, tapi Masyaallah luar biasa. Kami datang itu kumpul semua warga dari dua desa yang berseberangan dipotong oleh sungai, penuh sekali,” tuturnya.

Menurut Anies, kedatangannya ke lokasi sebenarnya dilakukan tanpa pemberitahuan secara luas kepada masyarakat.

“Kita kan datang senyap ya, sebetulnya nggak woro-woro,” ujarnya.

Anies Puji Wartawan Lamongan

NGOPI BARENG - Anies Baswedan mampir dan berbincang bersama sejumlah wartawan Lamongan di salah satu kedai kopi usai meninjau pembangunan jembatan. (ist)

Dalam kesempatan tersebut, Anies juga menyampaikan apresiasi terhadap para jurnalis di Lamongan. Ia menilai wartawan memiliki peran penting dalam menyampaikan kondisi masyarakat kepada publik.

“Saya salut dengan teman-teman. Saya ngobrol tadi penuh semangat, penuh idealisme, dan sangat tahu persis apa persoalan yang sedang dihadapi oleh masyarakat,” kata Anies.

Ia menyebut wartawan sebagai mata dan telinga publik karena berada dekat dengan berbagai persoalan yang terjadi di tengah masyarakat.

“Teman-teman wartawan ini bisa dibilang mata dan telinga untuk publik,” ujarnya.

Anies berharap pimpinan media memberikan ruang kepada wartawan untuk menyampaikan hasil liputan secara terbuka dan tidak menghambat informasi yang menyangkut kondisi masyarakat.

“Harapannya kepada pimpinan media, apa yang mereka laporkan jangan dihambat untuk dipublikasikan, dimunculkan. Karena ini mencerminkan kondisi masyarakat yang sesungguhnya,” tegasnya.

Ia juga meminta pemerintah melihat laporan jurnalistik sebagai masukan penting mengenai kondisi nyata di lapangan.

“Buat pemerintah, terima ini sebagai laporan pandangan mata tentang kondisi yang harus sama-sama kita perbaiki,” katanya.

Anies menegaskan, kebebasan pers dan kebebasan wartawan dalam menulis serta melaporkan kondisi masyarakat harus tetap dijaga. Ia mengingatkan agar tidak ada tekanan yang justru mendorong terjadinya swasensor.

“Jangan sampai ada tekanan yang berdampak pada swasensor. Jangan sampai ada tekanan yang membuat kebebasan menulis, melaporkan itu ditekan,” tegasnya.

Menurutnya, wartawan justru menjadi salah satu harapan masyarakat untuk mendapatkan gambaran yang sebenarnya mengenai kondisi di lapangan.

“Justru merekalah yang menjadi harapan kita untuk tahu potret yang sesungguhnya. Dan saya merasakan itu dari teman-teman wartawan yang hadir di Lamongan,” pungkas Anies.

Editor: Beritakini.id

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Headline Utama (V4 hidden)

<h1 style="color:#0B3D91;">KKP Segel 144 Ton Udang Impor di Gudang PT BMI Lamongan</h1> <h2 style="color:#D71920; font-size:30px;">KKP Dalami Dokumen Impor, Petambak Lokal Jadi Perhatian</h2>

LAMONGAN | BERITAKINI.ID – Sebanyak 144 ton udang vaname impor disegel Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) di gudang PT Bumi Menara In...

Berita Terpopuler (V4 hidden)