Subscribe Us

Rabu, 10 Juni 2026

Produk Lamongan Makin Mendunia, Eksportiva 2026 Bidik Lonjakan Ekspor 10 Persen

LAMONGAN – Pemerintah Kabupaten Lamongan kian agresif mendorong produk lokal menembus pasar internasional. Melalui ajang Eksportiva 2026, Pemkab Lamongan menargetkan peningkatan volume ekspor hingga 10 persen pada tahun ini dengan mengandalkan sinergi industri besar, UMKM, serta penguatan sektor agribisnis dan perikanan.
EXPORTIVO - Bupati Lamongan Yuhronur Efendi saat  melepas lima truk kontainer berisi komoditas unggulan menuju berbagai negara tujuan ekspor, di sepan LSC, Rabu (10/6/2026).

Komitmen tersebut ditunjukkan dalam gelaran Eksportiva 2026 yang berlangsung di Sport Center Lamongan, Rabu (10/6/2026). Kegiatan ini menjadi etalase potensi daerah sekaligus momentum memperluas akses pasar global bagi produk-produk unggulan Lamongan.

Bupati Lamongan Yuhronur Efendi mengatakan, derasnya arus investasi industri yang masuk ke Lamongan harus mampu dimanfaatkan oleh pelaku UMKM untuk naik kelas. Dengan peningkatan kualitas dan kapasitas produksi, produk lokal diyakini mampu memenuhi standar pasar ekspor.

"Artinya kita memiliki banyak produk UMKM yang sebenarnya sangat potensial untuk diekspor. Event ini kita harapkan mampu menggairahkan dan mendorong produk-produk Lamongan agar bisa menembus pasar global, sehingga turut menyumbangkan devisa bagi negara," ujar Yuhronur.

Menurutnya, sejumlah eksportir kini mulai melirik produk UMKM Lamongan, mulai dari bumbu dapur hingga pasta bumbu siap saji yang dinilai memiliki peluang besar di pasar luar negeri.

Selain UMKM, sektor agribisnis dan perikanan tetap menjadi tulang punggung ekspor daerah. Kawasan Pantai Utara (Pantura) Lamongan selama ini dikenal sebagai sentra industri pengolahan hasil laut yang produknya telah dipasarkan ke berbagai negara.

Sebagai simbol penguatan perdagangan internasional, Pemkab Lamongan melepas lima truk kontainer berisi komoditas unggulan menuju berbagai negara tujuan ekspor. Langkah tersebut menjadi bukti nyata semakin kuatnya kontribusi Lamongan dalam rantai perdagangan global.
"Kita harapkan ada peningkatan. Setidaknya sekitar 10 persen produk-produk Lamongan bisa lebih banyak diekspor ke luar negeri untuk memenuhi kebutuhan pasar global," tambahnya.

Eksportiva 2026 diikuti empat perusahaan besar, yakni PT Bumi Menara Internusa, PT Builyed Indonesia, PT Shoetown Mustika Indonesia, dan PT Quality Work. Sejumlah UMKM lokal seperti Koko Nono, Kirana Food, Tikar Ansa, serta Paradila juga turut ambil bagian untuk memperluas jaringan bisnis ke pasar internasional.

Berbagai produk manufaktur, perikanan, hingga industri kreatif asal Lamongan tersebut akan dikirim ke 10 negara tujuan utama, meliputi Jepang, China, Amerika Serikat, Thailand, Australia, Hong Kong, Filipina, Kanada, Malaysia, dan Singapura.

Melalui Eksportiva 2026, Lamongan tidak hanya memperkenalkan produk unggulannya ke dunia, tetapi juga menegaskan diri sebagai salah satu daerah dengan potensi ekspor yang terus tumbuh dan mampu bersaing di pasar global. dam

0 Post a Comment:

Posting Komentar