Pertanian Organik Bela Negara Lamongan Jadi Perhatian Pusat, Dandim 0812 Sambut Tim Kemhan RI di Sukolilo
LAMONGAN – Keberhasilan Desa Sukolilo, Kecamatan Sukodadi, dalam mengembangkan pertanian organik berbasis Bela Negara menarik perhatian pemerintah pusat. Program yang memadukan semangat kebangsaan dengan penguatan ketahanan pangan itu mendapat kunjungan langsung tim dari Badan Cadangan Nasional (Bacadnas) Kementerian Pertahanan RI.
Kunjungan yang dipimpin Kabid Lingkungan Masyarakat (Lingmas) Bela Negara Pusat Cadangan Nasional Kemhan RI, Kolonel Ruddi Hermawen, S.H., S.A.P., pada 13 Juni 2026 tersebut disambut Komandan Kodim 0812/Lamongan Letkol Inf Deni Suryo Anggo Digdo bersama sejumlah pejabat dan tokoh nasional.
Turut hadir dalam kegiatan itu Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Letjen TNI Dr. Suharyanto, Ketua Umum Forum Kader Bela Negara Angga Rahadian Tirta Wijaya, jajaran Forkopimda Lamongan, Dinas Pertanian, serta para petani setempat.
Rombongan meninjau langsung lahan padi organik yang menjadi percontohan pertanian berbasis Bela Negara. Di tengah hamparan sawah, para pejabat berdialog dengan petani mengenai proses budidaya, penggunaan pupuk dan pestisida organik, hingga manfaat yang dirasakan setelah beralih dari sistem pertanian konvensional.
Kolonel Ruddi Hermawen menilai apa yang dilakukan masyarakat Sukolilo merupakan bentuk nyata implementasi nilai-nilai Bela Negara dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, kemandirian pangan menjadi salah satu fondasi penting dalam menjaga ketahanan nasional.
"Ketahanan pangan merupakan bagian dari pertahanan negara. Ketika masyarakat mampu menghasilkan pangan secara mandiri, maka bangsa ini memiliki daya tahan yang lebih kuat menghadapi berbagai tantangan," ujarnya.
Sementara itu, Kepala BNPB Letjen TNI Dr. Suharyanto menegaskan bahwa pertanian organik tidak hanya berdampak pada peningkatan kualitas hasil panen, tetapi juga mendukung upaya pelestarian lingkungan dan adaptasi terhadap perubahan iklim.
Di sisi lain, Dandim 0812/Lamongan Letkol Inf Deni Suryo Anggo Digdo menyatakan komitmennya untuk terus mendukung program-program ketahanan pangan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
"TNI akan terus bersinergi dengan pemerintah daerah, kelompok tani, dan seluruh elemen masyarakat dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani," tegasnya.
Salah satu agenda yang menarik perhatian peserta adalah pemaparan Abah Mustain, pelopor pestisida organik di Sukolilo. Ia menjelaskan berbagai bahan alami yang dapat dimanfaatkan sebagai pestisida ramah lingkungan, sekaligus mendorong petani kembali memanfaatkan potensi alam dan kearifan lokal dalam bertani.
Para petani yang terlibat dalam program tersebut mengaku merasakan sejumlah manfaat, mulai dari berkurangnya biaya produksi, meningkatnya kesuburan tanah, hingga kualitas hasil panen yang lebih baik.
Kunjungan Tim Bacadnas Kemhan RI ini menjadi pengakuan atas inovasi yang lahir dari tingkat desa. Desa Sukolilo dinilai berhasil membuktikan bahwa semangat Bela Negara tidak hanya diwujudkan melalui aspek pertahanan, tetapi juga melalui upaya nyata menjaga ketahanan pangan, lingkungan, dan kesejahteraan masyarakat.
Keberhasilan tersebut diharapkan dapat menjadi model yang menginspirasi daerah lain dalam mengembangkan pertanian berkelanjutan sekaligus memperkuat kemandirian pangan nasional.
Tidak ada komentar